Harga Kepokmas Stabil, Namun Sepi Pembeli

- Rabu, 12 Januari 2022 | 16:41 WIB
ilustrasi pasar tradisional -- Kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) setelah tahun baru 2022 cenderung stabil, namun pedagang masih mengeluhkan sepi pembeli. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
ilustrasi pasar tradisional -- Kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) setelah tahun baru 2022 cenderung stabil, namun pedagang masih mengeluhkan sepi pembeli. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) setelah tahun baru 2022 cenderung stabil, namun pedagang masih mengeluhkan sepi pembeli.

Lilis Saidah, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Soreang mengatakan, sejak pergantian tahun, pembeli yang biasa berbelanja di kios miliknya mengalami penurunan.

"Harga memang sempat naik saat menjelang tahun baru. Sekarang sudah mulai turun, tapi pembeli juga ikut turun," ujar Lilis, Rabu 12 Januari 2022.

Baca Juga: Cek 40 HP Samsung Terbaru 5G Murah Harga 2022

Biasanya kata Lilis, pedagang sayuran dijejali oleh pemilik rumah makan sebagai pelanggan. Namun akhir-akhir ini, warung makan yang menjadi pelanggannya jarang berbelanja, diduga terjadi penurunan omzet di warung makan yang mempengaruhi penjualan sayuran di pasar.

"Kalau mereka (warung makan) ramai, pasar juga ramai. Mungkin sekarang banyak masyarakat yang ngirit, jadinya agak sepi pembeli," katanya.

Baca Juga: Bocoran HP Xiaomi Terbaru Mix 5 Pro, Berapa Harga HP Xiaomi Ini?

Hal senada diakui oleh Asep Herman, pedagang sembako di Pasar Soreang. Dalam beberapa waktu terakhir pembeli yang berbelanja di kiosnya mengalami penurunan.

"Memang agak turun. Tidak tahu kenapa," ujarnya.

Begitu juga diakui oleh Heni, pedagang daging yang mengaku mengalami penurunan penjualan dalam beberapa hari terakhir. Padahal, harga daging sapi dari RPH yang biasa dibelinya mengalami kenaikan Rp5.000/kg.

Baca Juga: 39 HP Oppo Terbaru 5G Murah Update Harga 2022

"Dari RPH naik sebenarnya, tapi saya tidak menaikan harga jual, takut pada lari. Apalagi sekarang pembeli sedang sepi," ujarnya.

Dia mengira terjadi penurunan ekonomi masyarakat sehingga memilih untuk mengurangi jatah belanja. Terlebih beberapa komoditi seperti minyak goreng yang harganya masih tinggi.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perbedaan SPBU, Pertashop, dan Pertamini

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:59 WIB
X