Transfer Tenaga Dalam Jadi Modus Pemilik Pesantren Cabuli Santri

- Senin, 10 Januari 2022 | 17:53 WIB
Dalam menjalankan aksi bejatnya, transfer tenaga dalam jadi modus pemilik pesantren cabuli santri di Ciparay, Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Dalam menjalankan aksi bejatnya, transfer tenaga dalam jadi modus pemilik pesantren cabuli santri di Ciparay, Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

Dalam menjalankan aksi bejatnya, transfer tenaga dalam jadi modus pemilik pesantren cabuli santri di Ciparay, Kabupaten Bandung.



SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Selama lebih kurang dua tahun, seorang pemilik pesantren di Kabupaten Bandung diduga melakukan aksi pencabulan kepada sedikitnya 3 orang santri.

Ia menjalankan aksi bejatnya dengan modus transfer tenaga dalam.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, aksi pencabulan tersebut terungkap setelah salah seorang korban menceritakan pengalamannya kepada orang tua.

"Karena kejadiannya berulang, salah seorang korban menceritakan kepada orang tuanya. Kemudian melapor kepada kami," ujar Kusworo, Senin, 10 Januari 2022.

Aksi pencabulan berulang tersebut dilakukan sejak 2019 di pondok pesantren milik tersangka berinisial H.

Baca Juga: Pemilik Pesantren di Ciparay Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan

"Modusnya, berpura-pura akan mengisi tenaga dalam kepada para korban," ungkapnya.

Dalam menjalankan aksinya, H meminta korban untuk memijat. Kemudian dia memijat korban sampai melakukan aksi tidak senonoh.

"Pesantren tersebut memang mewajibkan santrinya untuk tinggal di dalam pondok. Sejauh ini baru ada 3 orang korban yang mengaku pernah dicabuli oleh tersangka," katanya.

Baca Juga: Ini Kronologi 4 Warga Kabupaten Bandung Terpapar Omicron

Namun tidak tertutup kemungkinan ada korban lain, sehingga Polresta Bandung membuka pos pengaduan, jika ada pihak lain merasa pernah dicabuli tersangka bisa melaporkannya kepada Polresta Bandung.

"Untuk korban, kami lakukan pendampingan," ujarnya.

Pendampingan yang dilakukan, selain berkaitan dengan hukum, juga dilakukan trauma healing untuk memulihkan psikologis para korban.

Baca Juga: Ridwan Kamil Pastikan 4 Warganya Terpapar Omicron, Dirawat di RSUD Al Ihsan

"Semua korban merupakan anak di bawah umur. Kami lakukan pendampingan dan trauma healing oleh psikiater," ujarnya.

Atas perbuatannya dengan modus transfer tenaga dalampemilik pesantren cabuli santri diancam pasal 81 dan 82 Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terkait Pertalite Terasa Lebih Boros, Ini Kata Pertamina

Jumat, 23 September 2022 | 14:26 WIB

Prospek Tanaman Karnivora yang Beromzet Jutaan Rupiah

Selasa, 20 September 2022 | 16:54 WIB

Gaji Kru Doni Salmanan Lebih Besar dari UMK Bandung

Senin, 19 September 2022 | 17:20 WIB
X