Pemilik Pesantren di Ciparay Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan

- Senin, 10 Januari 2022 | 17:17 WIB
Polresta Bandung menetapkan H sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santri di Ciparay. Pelaku merupakan pemilik pesantren tersebut. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Polresta Bandung menetapkan H sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santri di Ciparay. Pelaku merupakan pemilik pesantren tersebut. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)


SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Polresta Bandung menetapkan H sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap santri di CiparayKabupaten Bandung.

Pelaku tindak pidana itu merupakan pemilik pesantren tersebut.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, H ditetapkan sebagai tersangka setelah pihaknya melakukan penyidikan dalam kasus pencabulan di salah satu pondok pesantren beberapa waktu lalu.

"Setelah melakukan pemeriksaan saksi dan mendapat bukti yang cukup, H kami tetapkan sebagai tersangka, sepekan setelah korban melaporkan kasus ini kepada kami," ujar Kusworo, Senin 10 Januari 2022.

Kasus tersebut bermula dari salah seorang korban menceritakan kepada orang tuanya jika dia dicabuli oleh tersangka.

Baca Juga: Ridwan Kamil Pastikan 4 Warganya Terpapar Omicron, Dirawat di RSUD Al Ihsan

Orang tua korban kemudian melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian pada Sabtu 1 Januari 2022.

Sejauh ini setidaknya ada 3 orang korban aksi bejat tersangka. Semuanya merupakan santri di pesantren milik tersangka.

"Status tersangka ini adalah pemilik pesantren," ujarnya.

Aksi bejat H yang melakukan pencabulan terhadap 3 orang santrinya tersebut dilakukan sejak 2019.

"Dilakukan secara berulang. Sejauh ini berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, tidak ada korban yang sampai hamil,"imbuhnya.

Baca Juga: Ini Kronologi 4 Warga Kabupaten Bandung Terpapar Omicron

H pun telah mengakui jika dia melakukan tindakan pencabulan terhadap 3 orang santri yang belajar di pesantren miliknya.

"Berulang kali. Saya menyesal dan memohon maaf kepada keluarga korban," ujarnya.

Atas perbuatan tersangka dugaan pencabulan, pemilik pesantren itu dikenakan pasal 81 dan 82 Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 SD Negeri di Margahayu Dituntut Rp4,8 Miliar

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB
X