Darurat Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren, Kementerian Agama Harus Keluarkan Aturan Khusus

- Jumat, 7 Januari 2022 | 16:55 WIB
[Ilustrasi wanita korban pelecehan seksual] Beberapa bulan terakhir, sejumlah kekerasan seksual terjadi di pelbagai daerah khsususnya lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren. (Pixabay/Gerd Altmann )
[Ilustrasi wanita korban pelecehan seksual] Beberapa bulan terakhir, sejumlah kekerasan seksual terjadi di pelbagai daerah khsususnya lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren. (Pixabay/Gerd Altmann )


SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah kekerasan seksual terjadi di pelbagai daerah khsususnya lembaga pendidikan termasuk pondok pesantren.

Kementerian Agama pun didorong untuk mengeluarkan aturan khusus guna mencegah kejadian serupa.

Kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren terakhir terjadi di Kabupaten Bandung, setidaknya 3 anak diduga menjadi korban.

"Kami meminta agar kementerian agama untuk mengeluarkan aturan khusus sebagai langkah preventif terjadinya tindakan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna, Jumat 7 Januari 2021.

Baca Juga: Kejar PTM 100 Persen Awal Februari, Disdik Targetkan 1.000 Anak Divaksin Setiap Hari

Selain itu, pemberian izin pendirian Lembaga Pendidikan juga harus lebih selektif, agar kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anaknya di Pondok Pesantren tidak memudar.

"Bagi pesantren atau sekolah tidak memenuhi syarat, jangan segan-segan tidak mengeluarkan izin. Atau yang sudah berjalan dicabut izinnya," katanya.

Baca Juga: Polda Jabar Belum Kabulkan Ajuan Penagguhan Penahanan Bahar bin Smith

Pemkab Bandung lanjut Dadang juga akan memperketat pengawasan lembaga pendidikan. Salah satunya adalah melakukan pengetatan perizinan dan mewajibkan sertifikasi bagi tenaga pendidik.

“Semuanya harus diperketat, baik dalam model pengawasan, sertifikasi sekolah hingga tenaga pengajar. Termasuk keterlibatan masyarakat dalam aktivitas lembaga pendidikan,” tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 SD Negeri di Margahayu Dituntut Rp4,8 Miliar

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB
X