Polda Jabar Belum Kabulkan Ajuan Penagguhan Penahanan Bahar bin Smith

- Jumat, 7 Januari 2022 | 15:28 WIB
Polda Jabar belum mengabulkan ajuan penangguhan penahanan Bahar bin Smith walaupun sudah ada sosok yang menjamin. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Polda Jabar belum mengabulkan ajuan penangguhan penahanan Bahar bin Smith walaupun sudah ada sosok yang menjamin. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)



SOREANG,AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar belum mengabulkan ajuan penangguhan penahanan Bahar bin Smith walaupun sudah ada sosok yang menjamin.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, surat pengajuan penahanan yang diajukan oleh pihak kuasa hukum Bahar bin Smith telah diterima pada 5 Januari lalu.

Namun, hingga saat ini, Polda Jabar masih mempertimbangan untuk mengabulkan penangguhan penahanan tersebut.

"Sekarang masih ditahan. Untuk masalah penangguhan masih dalam pertimbangan. Itu kewenangan penyidik," ujar Ibrahim ketika diwawancara di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat, 7 Januari 2022.

Baca Juga: Kapolri: Indonesia Bisa Pertahankan Angka Covid Selama 167 Hari


Penyidik, kata Ibrahim, memiliki sejumlah pertimbangan jika pada akhirnya tidak mengabulkan penagguhan penahanan yang diajukan oleh Bahar bin Smith.

"Ada dua pertimbangan. Pertimbangan objektif dan pertimbangan subjektif," ucapnya.

Pertimbangan objektif berkaitan dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

Baca Juga: Didatangi Kapolri, Vaksinasi Kabupaten Bandung Genap 70 Persen

Sementara pertimbangan subjektif penyidik berkaitan dengan pelbagai hal, di antaranya mencegah tersangka menghilangkan barang bukti, tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengulang perbuatan pidana juga penyidik yang sedang melengkapi berkas dan membutuhkan kehadiran tersangka.

Dalam kasus Bahar bin Smith, saat ini penyidik juga masih melengkapi berkas sebagai persiapan untuk penyerahan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), di samping itu masih ada beberapa pemeriksaan tambahan terhadap Bahar bin Smith dan ada penambahan saksi.

Baca Juga: Didatangi Kapolri, Vaksinasi Kabupaten Bandung Genap 70 Persen

Disinggung mengenai adanya tudingan tebang pilih dalam kasus tersebut, Ibrahim mengatakan dalam proses penangan pidana memiliki tahapan-tahapan.

"Tahapan yang sedang dilakukan ini sesuai dengan aturan yang ada. Semua tahapan prosedur dan aturan telah dilakukan, bisa dianggap normal (tidak tebang pilih)," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 SD Negeri di Margahayu Dituntut Rp4,8 Miliar

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB
X