3 Orang Anak Diduga Jadi Korban Pelecehan Seksual di Pondok Pesantren Kabupaten Bandung

- Kamis, 6 Januari 2022 | 15:01 WIB
[Ilustrasi Pelecehan seksual] Polresta Bandung masih melakukan pengembangan adanya dugaan pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren Kabupaten Bandung. (Pixabay)
[Ilustrasi Pelecehan seksual] Polresta Bandung masih melakukan pengembangan adanya dugaan pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren Kabupaten Bandung. (Pixabay)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Polresta Bandung masih melakukan pengembangan adanya dugaan pelecehan seksual di salah satu Pondok Pesantren Kabupaten Bandung.

Setidaknya ada 3 korban pelecehan seksual dalam kasus tersebut.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan, setidaknya diketahui ada 3 korban dalam kasus tersebut.

"Ada 8 saksi yang kami mintai keterangan. Diantaranya 3 orang korban, orang tua dan pihak pengelola pesantren," ujar Kusworo, Kamis 6 Januari 2021.

Baca Juga: Kasus Pencabulan di Pesantren Kabupaten Bandung Mengerucut ke Tersangka, Siapa?

Namun Kusworo belum bisa memberikan keterangan detil mengenai 3 anak yang diduga menjadi korban pelecehan seksual tersebut.

"Masih kami dalami. Tapi sudah mengerucut kepada tersangka. Nanti akan kami sampaikan apabila sudah selesai proses penyidikan," katanya.

Kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren tersebut terungkap setelah adanya laporan dari korban beberapa hari lalu.

Baca Juga: Pemkab Bandung Siapkan Antisipasi Kemungkinan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Nataru

Sejauh ini pihak kepolisian baru memberikan keterangan jika tempat kejadian perkara berada di salah satu pesantren, namun tidak menyebutkan status pelaku dan korban di Pondok Pesantren tersebut.

Kepolisian juga sedang melakukan pendalaman terkait status legalitas pesantren yang diduga menjadi tempat kejadian perkara dugaan pelecehan seksual terhadap 3 orang anak tersebut. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 SD Negeri di Margahayu Dituntut Rp4,8 Miliar

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB
X