3 Januari, Bahar bin Smith Akan Diperiksa Dugaan Kasus Ujaran Kebencian

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 13:15 WIB
olda Jabar akan memeriksa Bahar bin Smith terkait dugaan kasus ujaran kebencian bernada SARA. Pemeriksaan ini dijadwalkan pada pekan depan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
olda Jabar akan memeriksa Bahar bin Smith terkait dugaan kasus ujaran kebencian bernada SARA. Pemeriksaan ini dijadwalkan pada pekan depan. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

GEDEBAGE, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar akan memeriksa Bahar bin Smith terkait dugaan kasus ujaran kebencian bernada SARA. Pemeriksaan ini dijadwalkan pada pekan depan.

"Penyidik dari Polda jabar telah melayangkan surat pemanggilan untuk Bahar bin Smith, dan langsung diterima oleh Bahar bin Smith. Pemanggilan untuk Senin, 3 Januari 2022," kata Wakil Kepolisian Daerah (Wakapolda)Jabar, Irjen Eddy Sumitro Tambunan di Mapolda Jabar.
 
Atas dugaan kasus ujaran kebencian ini, Bahar bin Smith diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) Jo, Pasal 45 ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
 
Sebelumnya, Dir Krimsus Polda Jabar, Kombes Pol Arief Rachman mengungkapkan, dugaan kasus ujaran kebencian Bahar bin Smith (BS) ini diduga saat BS menghadiri ceramah yang dilaksanakan di Kemacatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
 
Arief melanjutkan, dari kasus ini, pihaknya telah memeriksa sebanyak 50 saksi. Dia membagi dua kluster untuk memudahkan pemeriksaan, satu kluster TKP Bandung, dan satu kluster TKP Garut.
 
Adapun perkembangan terbaru kasus Bahar bin Smith ini, kata Arief, Polda Jabar sudah memeriksa 50 saksi.
 
 
Kluster TKP Bandung sebanyak 15, TKP Garut berjumlah 10 orang, saksi pelapor empat orang, dan 21 orang saksi ahli mulai dari ahli agama hingga ahli kedokteran forensik.
 
Pihaknya juga sudah menggeldah pemilik rumah, TR, yang memviralkan video dugaan kasus ujaran kebencian Bahar bin Smith.
 
Penggeledahan itu dilakukan oleh penyidik gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar.
 
 
Dari penggeladahan itu, Polda Jabar menyita satu unit handphone, satu laptop, satu akun YouTube, dan satu akun e-mail.
 
"Barang bukti bertambah yang kita sita, dari kluster TKP Garut satu item handphone, dan dari TKP Bandung, satu flashdisk," kata Arief.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X