Pesantren Al Kasyaf Memproduksi 40 Jenis Sabun

- Jumat, 31 Desember 2021 | 18:15 WIB
Pesantren Al Kasayaf di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, justru mampu membuat 40 jenis produk kebersihan yakni sabun. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Pesantren Al Kasayaf di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, justru mampu membuat 40 jenis produk kebersihan yakni sabun. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

CILEUNYI, AYOBANDUNG.COM -- Pesantren biasanya terkenal dengan masalah kebersihan, namun Pesantren Al Kasayaf di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, justru mampu membuat 40 jenis produk kebersihan yakni sabun.

Sabun yang diproduksi sendiri tersebut, bukan hanya digunakan oleh santri, namun juga dijual kepada masyarakat sekitar dan beberapa yayasan yatim lain.

Christy, pengurus pesantren al Kasyaf mengatakan, pesantren tersebut mulai memproduksi pelbagai jenis sabun sekitar 2 tahun lalu.

"Mulai memproduksi pada oktober 2019," ujar Christy, Jumat, 31 Desember 2021.

Pada mulanya, Christy yang berlatar belakang alumni mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia, menginginkan praktik kimia para santri di sekolah tidak sekadar selesai di kelas.

"Anak-anak santri kan pada belajar kimia di sekolahnya, saya berpikir bagaimana dari praktik tersebut bisa menghasilkan sebuah produk yang bernilai ekonomis," paparnya.

Baca Juga: 213 Ribu Warga Kabupaten Bandung Jadi Korban Bencana selama 2021

Sabun menjadi pilihan, ilmu yang didapat di sekolah kemudian diaplikasikan dengan membuat pelbagai macam sabun cair, mulai dari sabun pencuci piring, sabun mandi, karbol, dan beberapa produk sabun cair lainnya.

Produksi terus berkembang sampai membuat pewangi pakaian dan pelicin pakaian, detergen cair hingga hand sanitizer juga cairan disinfektan.

"Total ada sekitar 40 produk yang kami buat," ungkapnya.

Hampir seluruh produksi dilakukan di pesantren oleh para santri. Sementara bahan baku, dipesan dari toko kimia yang telah bekerjasama.

Diberi Nama Sasan

Pengemasan sabun yang diproduksi pesantren Al Kasyaf juga terbilang profesional, tidak kalah dengan produk sabun pabrikan yang dikemas menggunakan botol plastik.

Sebuah merek juga dibubuhkan, yakni Sasan. Christy mengatakan, Sasan merupakan akrinom dari Sabun Santri.

"Karena sabunnya diproduksi oleh para santri dan hasilnya juga untuk pesantren," katanya.

Hampir seluruh produksi memang dibuat oleh para santri, mulai dari membuat, menjaga kualitas sampai mendesain kemasan.

Hand Sanitizer yang Dibeli Rumah Sakit

Awal pandemi menjadi berkah tersendiri. Pada saat itu, hampir seluruh wilayah Indonesia kekurangan hand sanitizer dan cairan disinfektan.

Melihat kondisi tersebut, Christy melihatnya sebagai peluang dengan membuat hand sanitizer dan disinfektan.

"Lumayan laku. Bahkan dipesan oleh beberapa rumah sakit," ungkapnya.

Baca Juga: Angin Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Rancaekek dan Cileunyi

Hand Sanitizer dan cairan disinfektan buatan Pesantren Al Kasyaf dipesan oleh Rumah Sakit Al Islam, Rumah Sakit AMC Cileunyi bahkan sampai sebuah rumah sakit di Maluku juga menggunakan produk Sasan.

"Alkohol yang digunakan untuk membuat hand sanitizer berasal dari permentasi sampah. Bukan kami yang buat, tapi kerjasama dengan petani penyuling alkohol di Cirebon," katanya.

Sabun Dijual dari Pintu Ke Pintu

Selain menerima pesanan dari daerah lain, para santri juga menjual Sasan secara door to door, pelanggannya merupakan warga sekitar.

"Biasanya santri yang menjual door to door kepada masyarakat sekitar di sini," ujarnya.

Harga yang ditawarkan juga jauh lebih murah dibanding produk sejenis dengan merek terkenal.

Contohnya sabun pencuci piring yang hanya dipatok Rp5.000/botol, padahal dengan kemasan yang sama produk bermerek bisa memiliki harga Rp15.000/botol.

"Dari sininya Rp5.000/botol, biasanya santri menjual Rp7.000/botol. Selisihnya untuk mereka jajan," katanya.

Tidak hanya itu, beberapa perusahaan juga menjadi pelanggan, seperti koperasi PT KAI dan Koperasi PLN.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini 31 Desember 2021

"Seluruh keuntungan digunakan untuk membiayai Pesantren," ungkapnya.

Jika ingin membeli sabun produksi santri, bisa menghubungi 08121469136. Membeli produk tersebut secara tidak langsung membantu para Yatim yang belajar di Pesantren Al Kasyaf. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 SD Negeri di Margahayu Dituntut Rp4,8 Miliar

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB
X