Satpol PP Tunggu Laporan Desa untuk Tutup Tambang Ilegal Gunung Sangar

- Rabu, 29 Desember 2021 | 12:04 WIB
Tambang ilegal Gunung Sangar. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Tambang ilegal Gunung Sangar. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bandung Barat menunggu laporan resmi dari pihak desa terkait aktivitas tambang ilegal Gunung Sangar, Kampung Pesing Hilir, Desa Sindangkerta, Kecamatan Sindangkerta.

Diketahui, puluhan warga terpaksa melakukan aksi penyegelan operasi tambang batu di Gunung Sangar, pada Minggu 26 Desember 2021, karena dinilai mengancam kelestarian lingkungan, merusak jalan, menimbulkan kebisingan, dan belum mengantongi izin.

Kepala Satpol PP Bandung Barat Asep Sehabudin mengatakan pihaknya belum bisa melakukan tindakan terhadap aktivitas tambang karena masih menunggu laporan resmi dari pihak desa.

Baca Juga: Warga Bandung Barat Segel Tambang Batu Ilegal di Gunung Sangar

Asep menyebut meski pengawasan dan penertiban kegiatan tambang ada di Pemprov Jabar. Satpol PP tetap bisa melakukan tindakan sebagai upaya mewujudkan ketertiban umum dan keamanan masyarakat.

"Kita terus memantau perkembangan sambil laporan dari Camat dan kepala desa sebelum melakukan penindakan. Satpol-PP dalam konteks mewujudkan ketertiban umum," jelas Asep saat dihubungi, Rabu 29 Desember 2021.

"Kalau dipandang perlu kita akan melakukan tindakan karena ini sudah menyangkut ketentraman, keamanan dan ketertiban umum. Serta perlindungan terhadap masyarakat," tambahnya.

Menurut Asep, pihaknya bisa pula melakukan tindakan penutupan terhadap lokasi tambang apalagi jika lahan yang dipakai merupakan aset desa.

Baca Juga: Tambang di KBB Disegel Warga Ternyata Salahgunakan Izin Pertanian

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X