Unjuk Rasa di Beberapa Titik, Buruh Akan Gelar Aksi Menginap hingga Mogok Kerja

- Selasa, 28 Desember 2021 | 16:54 WIB
Ribuan buruh se-Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa demo di berbagai titik Kota Bandung pada Selasa, 28 Desember 2021 terkait penetapan UMK 2022. Selain Gedung Sate, para Buruh melakukan aksi yang sama di Depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat serta Gedung Pakuan yang menjadi rumah dinas Gubernur.  (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Ribuan buruh se-Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa demo di berbagai titik Kota Bandung pada Selasa, 28 Desember 2021 terkait penetapan UMK 2022. Selain Gedung Sate, para Buruh melakukan aksi yang sama di Depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat serta Gedung Pakuan yang menjadi rumah dinas Gubernur. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Ribuan buruh se-Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa demo di berbagai titik Kota Bandung pada Selasa, 28 Desember 2021 terkait penetapan UMK 2022. Selain Gedung Sate, para Buruh melakukan aksi yang sama di Depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat serta Gedung Pakuan yang menjadi rumah dinas Gubernur. 
 
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com terkini, massa masih terkonsentrasi di depan Gedung Sate setelah melakukan aksi longmarch dari Monumen Perjuangan siang tadi. Bahkan, berbagai elemen buruh datang menggunakan atribut sesuai dengan organisasinya.
 
Aksi buruh kali ini didasari oleh tuntutan terhadap Gubernur Jabar, Ridwan Kamil untuk merevisi Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 561/Kep.732-Kesra/2021 tertanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota atau UMK 2022 di Daerah Provinsi Jawa Barat.
 
 
Ketua DPD KSPSI Provinsi Jawa Barat, Roy Jinto Ferianto mengatakan, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi maka elemen buruh akan melakukan aksi lanjutan berupa menginap di lokasi hingga tiga hari kedepan bahkan bisa mogok kerja. 
 
"Skemanya mungkin akan terjadinya mogok (kerja), Kemudian akan ada rencana menginap juga, saat ini sedang dikoordinasikan dengan pihak kepolisian untuk rencana menginap malam ini, dan beberapa hari ke depan, kan aksinya tiga hari," ujar Roy di Gedung Sate selepas orasi.
 
Roy menambahkan, pihaknya sempat berdiskusi dengan Gubernur beberapa waktu lalu terkait revisi Kepgub tersebut. Menurutnya, Gubernur menjanjikan akan kembali bertemu selang 2 hari setelah pertemuan pertama. 
 
 
"Kita hari ini meminta kepada Gubernur untuk merevisi Keputusan Gubernur yang sudah terbit pada 30 November kemarin. Ada 11 kabupaten kota yang gak naik upah minimunya di tahun 2022, dan yang sisanya itu naiknya hanya 0,8 persen sampai dgn 1,9 persen, tentunya berkisar dari 12 ribu sampai 30 ribuan," ucapnya.
 
Pihaknya menilai bahwa kenaikan tersebut masih minim. Menurutnya hal tersebut berbanding terbalik dengan pertumbuhan ekonomi yang sedang naik.
 
"Itu hanya naik sedikit. kalau kita melihat inflasi juga, itu kan gak bisa di bawah inflasi, atau di bawah pertumbuhan ekonomi. Nah sedangkan hari ini kita tahu percis bahwa pertumbuhan ekonomi kita sedang bagus," jelasnya.
 
 
Untuk diketahui, saat ini beberapa ruas jalan mengalami kemacetan akibat aksi unjuk rasa ribuan buruh ini. Terpantau kemacetan terjadi di turunan Jalan Layang Pasupati arah Cicaheum. Serta Jalan Supratman menuju Jalan Diponegoro juga terpantau mengalami kemacetan. 
 
Bagi pengendara yang akan melintasi Jalan Diponegoro dan sekitarnya diimbau untuk mencari jalan alternatif lain guna menghindari kepadatan arus lalu lintas akibat aksi unjuk rasa ribuan buruh se-Jawa Barat terkait penetapan UMK 2022.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X