Kasus Penabrak Sejoli di Nagreg Dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat

- Senin, 27 Desember 2021 | 11:47 WIB
Danpuspomad Letjen TNI Chandra Warsenanto Sukotjo menyampaikan keterangan kasus penabrak sejoli di Nagreg, Senin, 27 Desember 2021. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Danpuspomad Letjen TNI Chandra Warsenanto Sukotjo menyampaikan keterangan kasus penabrak sejoli di Nagreg, Senin, 27 Desember 2021. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)

Ia mengunjungi rumah keluarga masing-masing korban di Ciaro, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung dan di Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.

Dalam kunjungan itu, Jenderal Dudung juga berziarah ke makam almarhum Handi Saputra dan almarhumah Salsabila.

Baca Juga: 3 Oknum TNI Penabrak Sejoli di Nagreg Ditahan, Terancam Penjara Seumur Hidup

"Saya Kepala Staf Angkatan Darat melihat langsung dan berkunjung ke rumah duka, sekaligus melihat makam korban tabrak lari yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AD," ujar Jenderal Dudung, Senin, 27 Desember 2021.

Ia menyampaikan ucapan bela sungkawa kepada keluarga korban. Jenderal Dudung juga meminta maaf atas aksi keji yang dilakukan oknum anggotanya.

"Menghaturkan duka cita mendalam, terutama atas meninggalnya kedua korban," ujarnya.

Pihaknya menegaskan akan mengawal proses hukum yang berlaku kepada ketiga penabrak sejoli di Nagreg. Para pelaku dipastikan akan mendapatkan hukuman maksimal sesuai dengan perundangan yang berlaku.

"Kami akan tunduk kepada supremasi hukum dengan menyelesaikan perkara sesuai perundangan, Undang-undang nomor 31 tahun 1997 tentang peradilan militer," paparnya.

3 Oknum TNI Terancam Penjara Seumur Hidup

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Tatang Subarna mengatakan, Angkatan Darat memastikan akan melakukan proses hukum terhadap penabrak sejoli di Nagreg, yaitu Kolonel P, Kopda DA, dan Koptu AS.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X