Jelang Nataru, Okupansi Hotel Kota Bandung Menurun

- Selasa, 21 Desember 2021 | 20:28 WIB
Ilustrasi hotel; Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 okupansi hotel di Kota Bandung menurun. Sama halnya dengan okupansi hotel di Jawa Barat. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi hotel; Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 okupansi hotel di Kota Bandung menurun. Sama halnya dengan okupansi hotel di Jawa Barat. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 okupansi hotel di Kota Bandung menurun. 
 
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari, hal ini disebabkan adanya regulasi yang melarang perayaan momen Nataru oleh pemerintah pusat. Regulasi ini berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
 
"Ya menurut data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang diterima itu, okupansi hotel di Kota Bandung kurang dari 30 persen," ujar Kenny saat dihubungi, Selasa, 21 Desember 2021.
 
 
Menurut Kenny, tidak diperbolehkannya event saat Nataru menjadi salah satu faktor yang membuat okupansi hotel di Kota Bandung turun. 

"Itu cukup mempengaruhi okupansi dengan tidak adanya event itu. ya sangat berpengaruh sekali, karena itu jadi salah satu daya tarik kota Bandung, yang salah satunya adalah event-event," lanjut Kenny. 
 
Meski diprediksi akan terjadi penurunan, menurutnya wisatawan memanfaatkan waktu sebelum regulasi pelarangan berlaku untuk berwisata ke Kota Bandung. 
 
"Ini sebelum tanggal 24 justru malah diserbu wisatawan, mungkin mereka mengantisipasi dari 24 desember sampai 2 januari itu kan event-event tidak boleh dulu," jelasnya.
 
 
"Mereka (pengunjung) banyak yang menunggu aturan pasti dari pemerintah pusat," pungkasnya. 
 
Sementara itu, Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar menambahkan menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, tingkat okupansi hotel di Jawa Barat tak ada yang tembus lebih dari 50 persen. 
 
Di antaranya Garut kurang dari 40 persen, Pangandaran kurang dari 30 persen, Kota Bandung kurang dari 30 persen. Kota Cirebon kurang dari 50 persen, Kabupaten Cirebon kurang dari 40 persen, dan Kuningan kurang dari 45 persen.
 
"Satu contoh saja di Pangandaran itu justru rendah di bawah 30 persen, padahal Pangandaran merupakan tujuan wisata. Jadi, mereka banyak yang takut ketika mendekati masuk Pangandaran lalu diminta putar arah," ujarnya. 
 
 
Tak hanya itu, penerapan buka tutup jalan atau ganjil genap saat nataru nanti, kata Herman, menjadi sebab permasalahan penurunan okupansi hotel di Jawa Barat.
 
"Saya berharap kalau bisa dalam waktu singkat sudah ada ketentuan pasti dari pemerintah apa yang diberlakukan pada saat nataru nanti," tutup Herman. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X