Di Tengah Renovasi Masjid, DKM Ikomah Tetap Laksanakan Pengajian Majelis Taklim

- Sabtu, 18 Desember 2021 | 13:31 WIB
DKM Ikomah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung tetap mengadakan pengajian rutin se-Bandung Timur di tengah renovasi masjid, Sabtu (30/12/2021).
DKM Ikomah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung tetap mengadakan pengajian rutin se-Bandung Timur di tengah renovasi masjid, Sabtu (30/12/2021).

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- DKM Ikomah, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan pengajian rutin se-Bandung Timur pada Sabtu (30/12/2021).

Kegiatan Pengajian rutin ini dihadiri oleh 150 peserta yang hadir dari beberapa majelis taklim ibu-ibu yang ada di Bandung Timur.

Acara Pengajian ini dibuka oleh Ustadz Bachrun Rifa'i selaku Ketua DKM Ikomah. Dalam sambutannya beliau menyampaikan kepada para jemaah bahwa masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang sedang melaksanakan renovasi tetap konsisten melaksanakan kegiatan-kegiatan, karena moto Masjid Ikomah adalah Ikhlas Beramal serta Masjid Makmur dan Memakmurkan.  Apapun kondisinya masjid harus tetap aktif beramal dengan lakukan prinsip ikhlas yaitu lakukan dan lupakan.

Salah satu inovasi dalam renovasi masjid adalah dibangunnya pusat tahsin dan tahfizh yang disediakan untuk para mahasiswa/mahasiswi Hafidz Qur'an.

Kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Dr. Hj. Kurnia. Beliau menyampaikan kita harus menyamakan satu presepsi dalam menuntut ilmu di majelis taklim ini, yaitu memakmurkan, mengeratkan dan disilaturahim, serta saling mengisi, menasihati, melengkapi sehingga memunculkan sikap saling menyayangi.

Fungsi Alquran sebagai pemberi pelajaran, obat, petunjuk dan sebagai pemberi kedamaian.

"Sebaik-baiknya obat adalah Al-Qur'an, berikan diri semangat dalam menghadapi segala cobaan, iringi dengan komunikasi kepada Allah SWT lewat Al-Quran. Ketika kita berada dalam kecewa yang luar biasa maka larilah kepada Allah, hasbunallah wani'malwakil ni'malmaula wa ni'mannashir," tutur Nia.

Dalam QS. Al-Mulk dijelaskan bahwa segala hal apapun yang ada dalam diri termasuk mati kita semua sudah diatur oleh Allah SWT. Untuk itu hiduplah dengan tujuan menggapai ridho Allah SWT, dengan cara berikhtiar dengan sekuat tenaga. Hidayah harus dijemput, rezeki pun harus dijemput. Perbanyaklah amalan, karena ketika saat dihisab segala amalan kita akan diminta pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.

"Maka perbanyaklah bekal, mulai pantaskan baju kita menuju akhirat," tambah Beliau.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X