Psikiater: Guru Rudapaksa Belasan Santriwati di Bandung Bisa Jadi Psikopat

- Kamis, 16 Desember 2021 | 14:26 WIB
Guru rudapaksa belasan santriwati di Bandung diduga psikopat. Ilustrasi. (Pixabay/Gerd Altmann)
Guru rudapaksa belasan santriwati di Bandung diduga psikopat. Ilustrasi. (Pixabay/Gerd Altmann)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Psikiater dari RS Melinda 2 Bandung, Teddy Hidayat mengatakan, guru rudapaksa belasan santriwati di Bandung, HW (36), bisa jadi memiliki karakteristik sebagai seorang psikopat.

Menurutnya, karakteristik tersebut ditemukan pada pelaku sebab HW selalu memaksakan egonya untuk selalu memuaskan hawa nafsunya.

"Hati nuraninya dikuasai oleh nafsunya. Semua aturan, disiplin dan norma yang berlaku dilanggar untuk memuaskan dorongan nafsunya," kata Teddy dalam keterangan resminya, Kamis, 16 Desember 2021.

Baca Juga: Kasus Guru Rudapaksa Belasan Santriwati di Bandung, Kepala Kejati Jabar Turun Tangan Jadi JPU

Seseorang dengan karakteristik psikopat, lanjut Teddy, dapat dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum, yaitu di pengadilan anak yang dilakukan secara tertutup.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, proses persidangan terdakwa HW sudah berjalan tujuh kali dengan pemeriksaan saksi-saksi.

"Catatan penting untuk pengadilan, yaitu pada psikopat sulit belajar dari pengalaman dan tidak ada rasa bersalah, sehingga cenderung akan mengulangi perbuatannya," kata Teddy.

Teddy juga menjelaskan, pelaku kekerasan seksual umumnya dilakukan oleh orang yang dikenal oleh korban, baik itu merupakan anggota yang dapat dipercaya, pengasuh, guru di sekolah maupun pesantren. Dalam kasus ini, belasan santriwati mengenal dengan terdakwa HW.

Dengan kondisi tersebut, ke depannya dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian dan pemikiran korban ke arah patologis.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X