Sulitnya Vaksinasi bagi Disabilitas

- Selasa, 14 Desember 2021 | 18:28 WIB
[Ilustrasi] Tanpa melihat keterbatasan seperti yang dimiliki oleh disabilitas, kebanyakan vaksinasi massal hanya mengakomodir masyarakat umum. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi] Tanpa melihat keterbatasan seperti yang dimiliki oleh disabilitas, kebanyakan vaksinasi massal hanya mengakomodir masyarakat umum. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

Tanpa melihat keterbatasan seperti yang dimiliki oleh disabilitas, kebanyakan vaksinasi massal hanya mengakomodir masyarakat umum.

MAJALAYA, AYOBANDUNG.COM — Vakinasi merupakan hak bagi seluruh warga Indonesia, termasuk disabilitas.

Namun dengan segala keterbatasannya, penyuntikan imunisasi bagi orang berkebutuhan khusus jarang dilakukan secara terpisah.

Kebanyakan vaksinasi massal yang digelar oleh pemerintah maupun pihak lainnya hanya mengakomodir masyarakat umum, tanpa melihat keterbatasan seperti yang dimiliki oleh disabilitas.

Ketua Gugus 39 SLB YKS, Kuswara, mengatakan, disabilitas memerlukan perlakuan khusus, terutama untuk kondisi tertentu.

"Memang harus ada sesi khusus untuk vaksinasi kepada disabilitas," ujar Kuswara saat vaksinasi kepada, Selasa, 14 Desember 2021.

Baca Juga: Ratusan Disabilitas Ikuti Vaksinasi Massal

Rata-rata vaksinasi massal yang digelar oleh pelbagai pihak untuk masyarakat umum, tidak ramah terhadap disabilitas. Baik itu karena suasana yang ramai, maupun tempat yang sulit diakses oleh mereka.

Orang yang berkumpul dengan jumlah banyak, milsalnya, akan membuat disabilitas netra kesulitan.

Pun dengan gedung yang memiliki banyak anak tangga atau lapangan, yang biasa dijadikan tempat vaksinasi, kurang ramah bagi disabilitas netra.

"Apalagi bagi grahita atau kelainan mental. Mereka sulit untuk bisa mengikuti vaksinasi dengan lingkungan baru yang ramai," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, banyak disabilitas yang belum mengikuti vaksinasi Covid-19 massal.

Baca Juga: Vaksinasi Belum Bagus, Epidemiolog Sayangkan Pembatalan PPKM Level 3

Hal senada diakui oleh Projek Manager Indonesia Bhadra Utama (IBU) Foundation, Silvia Dewi.

Menurutnya, bukan hanya lokasi vaksinasi sulit diakses bagi disabilitas yang menjadi kendala, namun juga pemahaman masyarakat terhadap disabilitas itu sendiri.

"Kendala yang sering dihadapi adalah penyandang disabilitas menganggap jika disabilitas itu komorbit, sehingga mereka menganggap tidak bisa divaksin," katanya.

Pemahaman seperti itu, tidak jarang ditemukan di lapangan, sehingga diperlukan sosialisasi yang masif.

Namun, sosialisasi kepada disabilitas mengenai vaksinasi jarang dilakukan. Mereka seharusnya menjadi prioritas dalam pelbagai hal, termasuk vaksinasi.

Baca Juga: Vaksinasi Kota Bandung Capai 99 Persen

Begitu pun dengan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan khusus bagi disabilitas yang jarang dilakukan. IBU Foundation sendiri telah beberapa kali melakukan vaksinasi khsusus disabiltias di beberapa tempat di Kabupaten Bandung.

"Kesulitan utamanya adalah memberi pemahaman kalau disabilitas itu bukan komorbit, sehingga perlu untuk divaksin," ujarnya.

Padahal, sosialisasi pentingnya vaksinasi Covid-19 bagi disabilitas sangatlah mudah, terlebih saat ini banyak organisasi-organisasi disabilitas, atau SLB yang bertebaran di pelbagai tempat.

Baca Juga: Kabar Baik, Capaian Vaksinasi Kelompok Remaja Lampaui 75 Persen

"Lebih sulit sosilasisasi kepada lansia, karena jarang komunitasnya. Kalau disabilitas itu banyak organisasinya," ujarnya.

Di Kabupaten Bandung saat ini, terdapat ribuan disabilitas. Namun belum diketahui data terkait vaksinasi terhadap mereka. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X