3 Menteri Bagikan NIB ke Masyarakat di Jawa Barat

- Senin, 13 Desember 2021 | 19:22 WIB
Kementerian Investasi/BKPM menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengurusan NIB Pelaku UMK Perseorangan di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Minggu, 12 Desember 2021. Tiga menteri melakukan pembangian Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku usaha perseorangan. (dok. BKPM)
Kementerian Investasi/BKPM menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengurusan NIB Pelaku UMK Perseorangan di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Minggu, 12 Desember 2021. Tiga menteri melakukan pembangian Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku usaha perseorangan. (dok. BKPM)

KUTAWARINGIN, AYOBANDUNG.COM — Tiga menteri melakukan pembangian Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku usaha perseorangan, di Si Jalak Harupat, Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada hari Senin, 13 Desember 2021.

Menteri yang hadir dalam pembagian NIB tersebut adalah Menteri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Bahlil mengatakan, pembagian NIB merupakan pertama kali dilakukan di Indonesia setelah beberapa bulan lalu melakukan pembukaan proses pendaftaran melalui OSS (Online Single Submission).

"Dulu perizinan sangat rumit, sekarang cukup menggunakan telepon seluler, bisa mengajukan izin NIB," ujar Bahlil.

Baca Juga: Kementerian Investasi Bantu UMK Jawa Barat Urus NIB

Dengan pembagian NIB tersebut, diharapkan UMKM Indonesia bisa lebih maju, karena akan gampang melakukan pengajuan pinjaman modal kepada Perbankan.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pihaknya sangat mendukung pertumbuhan UMKM, terutama dalam masalah pembiayaan.

Dia mengakui jika Bank Himbara masih kurang dalam memberikan kredit bagi UMKM karena masalah persyaratan. Bahkan tercatat hanya ada 10,9 juta nasabah Bank Himbara dari sektor UMKM.

"Kami ingin mendorong bisa sampai 20 juta nasabah. Penting sekali adanya pengusaha baru dan pembuka lapangan kerja baru," katanya.

Pengusaha dan lapangan kerja baru bisa terwujud apabila perbankan bisa memberikan kredit kepada pelaku UMKM. NIB merupakan salah satu persyaratan supaya UMKM bisa mengajukan pinjaman modal kepada perbankan.

Baca Juga: Pelaku UMKM Disabilitas Cimahi Ini Tolak Bantuan dari Erick Thohir

Sementara itu, menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mendorong adanya transformasi UMKM menjadi lebih baik lagi.

"Sebagian besar UMKM ini masih informal, dengan NIB ini kami mendorong bisa menjadi usaha formal. BIsa mengakses pembiayaan lebih baik dan UMKM bisa menjadi lebih unggul dan punya daya saing," katanya

Dengan NIB, pelaku UMKM bisa memiliki suntikan modal untuk mengembangkan usahanya melalui kredit kepada perbankan.

Apabila UMKM bisa berkembang, maka perekonomian akan lebih kuat dan bahkan bisa menyerap tenaga kerja di sektor informal. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X