Ribuan Ruang Kelas SD di Bandung Barat Rusak, Belum Tersentuh Perbaikan

- Selasa, 14 Desember 2021 | 13:27 WIB
Ribuan ruang kelas SD rusak di Bandung Barat. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Ribuan ruang kelas SD rusak di Bandung Barat. Ilustrasi. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ribuan ruang kelas sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam kondisi rusak. Data Dinas Pendidikan KBB, jumlah ruang kelas SD rusak sebanyak 4.349 ruang.

Dari jumlah itu, dapat dirinci dengan kategori kerusakan ringan, sedang, dan berat yakni rusak berat tapi masih bisa digunakan totalnya 628 ruang kelas, rusak sedang sebanyak 680 kelas, dan rusak ringan dan kondisinya baik ada 3.041 kelas.

Dari jumlah sekolah rusak Bandung Barat ini Disdik KBB bakal memprioritaskan renovasi untuk bangunan kelas SD dengan kondisi berat. Pasalnya banyak ruang kelas yang karena rusak akibat bangunannya berusia tua dan sudah tidak dipakai kegiatan belajar.

Baca Juga: Hengky Kurniawan Harap Bus Angkutan Buruh Kurangi Pengeluaran Biaya Hidup

Kepala Bidang SD, Disdik KBB, Dadang A. Supardan mengatakan, banyak mendapatkan laporan dari pihak guru, kepala sekolah, pengawas, dan pihak lainnya soal adanya sekolah rusak. Untuk itu karena di tahun ini anggaran terkena refokusing Covid-19, maka tahun 2022 akan fokus pada penanganan ruang kelas rusak.

"Tahun depan rehabilitasi ruang kelas yang rusak ringan, sedang, dan berat akan jadi perhatian kami, karena jumlahnya cukup banyak," kata Dadang, Selasa 13 Desember 2021.

Dadang menyebutkan, kebanyakan ruang kelas rusak karena faktor usia bangunan yang sudah cukup lama. Kusen-kusennya sudah keropos, dindingnya banyak yang sudah terkelupas, dan atapnya juga sudah lapuk. Sehingga dengan kondisi seperti itu, dirinya meminta agar ruang kelas tidak dipakai belajar demi keamanan.

"Kalau yang kategori ruangan rusak berat dan tidak bisa digunakan lagi kurang dari sepuluh, salah satunya ada di SD Cipari, Cipongkor," sebutnya.

Untuk perbaikan ruang kelas yang mengalami kerusakan besaran anggarannya bervariasi tergantung jenis kerusakannya. Namun untuk yang rusak berat, minimal perbaikannya membutuhkan anggaran sekitar Rp120 juta.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X