Pengelola Wisata KBB Diimbau Waspada Potensi Bencana Selama Libur Nataru

- Sabtu, 11 Desember 2021 | 23:13 WIB
Ilustrasi wisata alam Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. Pengelola wisata di KBB diminta waspada potensi bencana selama libur Nataru 2022. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ilustrasi wisata alam Kawah Putih, Ciwidey, Bandung. Pengelola wisata di KBB diminta waspada potensi bencana selama libur Nataru 2022. (Ayobandung.com/Eneng Reni Nuraisyah Jamil)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM - Pengelola wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB) diharap meningkatkan kewaspadaan potensi bencana di tengah cuaca ekstrem yang melanda Indonesia beberapa bulan ke depan. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB menyarankan semua pengelola objek wisata untuk menerapkan skema buka tutup selama Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti.

Hal tersebut dinilai perlu dilakukan karena mulai Desember 2021  hingga akhir Januari 2022 mendatang, merupakan puncak musim hujan dan diprediksi masih akan terjadi cuaca ekstrem yang berpotensi menyebabkan longsor maupun pohon tumbang di sekitar objek wisata.

Baca Juga: Siap Hadapi Libur Nataru, Wisata Lembang Park and Zoo Perketat Prokes

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, skema buka tutup di objek wisata tersebut perlu dilakukan ketika terjadi cuaca ekstrem, kemudian bisa kembali dibuka saat cuaca kembali normal.

"Kami sudah memberikan penekanan ke pengelola objek wisata, manakala terjadi cuaca ekstrem, hujan besar, dan angin kencang harus menutup sementara semua aktifitas di dalam wisata," ujarnya saat dihubungi, Sabtu 11 Desember 2021 

Terkait hal ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan pengelola objek wisata supaya mereka benar-benar menerapkan skema buka tutup selama libur Nataru karena pengunjungnya diprediksi akan mengalami peningkatan.

Baca Juga: Presidensi G20 Jadi Momentum Peningkatan Kualitas LPS

Apalagi, kata dia, objek wisata di KBB ini kebanyakan wisata alam terbuka seperti hutan pinus yang berpotensi terjadi pohon tumbang yang disebabkan terjadinya hujan deras dan angin kencang.

"Tapi kemarin sudah dilakukan upaya pemangkasan pohon-pohon yang memang sudah tidak produktif, seperti yang sudah mati dan pohon yang sudah miring," kata Duddy.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Terkini

X