Kota Bandung Antisipasi Peningkatan PMKS Jelang Nataru

- Rabu, 8 Desember 2021 | 17:02 WIB
Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Bandung bersiap menghadapi peningkatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Bandung bersiap menghadapi peningkatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Bandung bersiap menghadapi peningkatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang biasanya marak berkeliaran. 
 
Terkait hal ini, Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan melakukan operasi penjaringan PMKS
 
Kepala Dinas Sosial Tono Rusdiantono mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan PMKS di Kota Bandung saat Nataru
 
"Kita lagi merancang operasi dengan Satpol PP dengan Kepolisian, kan nataru tidak diberlakukan level 3 jadi mungkin kita akan lakukan operasi seperti biasa, nanti kita lakukan terpadu dengan satpol PP," ujar Tono saat ditemui di Pendopo Kota Bandung pada Rabu, 8 Desember 2021.
 
Meski begitu, menurut Tono, inisiasi operasi tersebut seharusnya ada di pihak Satpol PP mengingat pelanggaran yang terjadi meliputi gangguan K3 (Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan).
 
Karena, lanjut dia, Dinsos hanya membantu operasi bersama pihak kewilayahan. 
 
 
"Inti kunci permasalahan PMKS itu satu ya, law enforcement. Harus ada penegakan hukumnya harus kuat. Berarti polisi dan satpol PP harus kuat, kalau Dinsos mah diusapan dikasih pembinaan, biasana nu kitu mah moal teurak, kudu di gebrag wae," Jelas Tono. 
 
Selain itu, masalah manusia gerobak di Kota Bandung menurutnya sulit untuk ditertibkan. Pasalnya, lanjut Tono, pihaknya belum memiliki skema untuk tindaklanjut setelah terjaring. 
 
"Manusia gerobak itu kan hanya bisa mengahalau saja. Kalau sudah dihalau kita belum bisa mengurus dia harus kemana. Jadi memang sulit juga Kita untuk melakukan pembinaan dan arahannya harus kemana. Karena itu juga sama harus kolaborasi lah dengan dinas lain ga bisa dinsos aja," ujar Tono. 
 
 
Menjelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) Kota Bandung bersiap menghadapi peningkatan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan pihaknya saat ini masih berkoordinasi untuk kerjasama dalam pelaksanaan operasi nanti. 
 
"Ya kita kerjasama dengan dinas sosial. Memang kita masing masing punya SOP,  kalau saya pengennya dapat kita kirim (rehabilitasi)," ujar Rasdian pada Rabu, 8 Desember 2021.
 
Jika nanti dalam operasi pihaknya berhasil menjaring PMKS, pihaknya tidak bisa mengirim penyandang PMKS karena panti rehabilitasi saat ini sedang penuh.
 
 
"Kita mau kirim ada beberapa tempat ya PMKS itu, di cisarua ada, kalau psk ada di sukabumi dan palimanan tapi itu sudah penuh mereka angkat tangan. Jadi paling kita bikin pernyataan berikan sanksi sosial jangan diulangi lagi," bebernya. 
 
Maka dari itu, pihaknya akan mengkoordinasikan hal ini bersama Dinas Sosial jika ada yang terjaring dalam operasi Nataru nanti. 
 
"Tapi dikirim kan biasanya 3 hari balik lagi biasanya. Seperti pengamen di kopo tuh, karena ada pengaduan masyarakat sampe nendang pinggir pintu mobil kan, akhirnya kita tangkap disana juga dinas sosial paling pembinaannya 3 hari," pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Citra Politisi di Media Digital Lebih Sulit Dikendalikan

Selasa, 27 September 2022 | 16:47 WIB

UMKM Binaan bank bjb Sukses Ekspor Produk ke Luar Negeri

Selasa, 27 September 2022 | 15:53 WIB
X