Pengemis Anak Kota Bandung Dipelihara Kelompok Misterius, Dinsos Beberkan Fakta Menggelisahkan

- Rabu, 8 Desember 2021 | 12:48 WIB
Pengemis Anak Kota Bandung Dipelihara Kelompok Misterius (Pixabay/Hatice EROL)
Pengemis Anak Kota Bandung Dipelihara Kelompok Misterius (Pixabay/Hatice EROL)
Para pengemis anak Kota Bandung ternyata dipelihara oleh kelompok misterius. Dinsos pun membeberkan fakta menggelisahkan.
BANDUNG KULON, AYOBANDUNG.COM — Komplotan pengemis anak Kota Bandung belakangan ini marak ditemui di setiap perempatan, terutama di kawasan perempatan Pasir Koja
 
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com dilapangan, para pengemis anak ini tak sungkan untuk meminta sembari memaksa kepada para pengguna jalan yang sedang berhenti di lampu merah.
 
Bahkan, ada beberapa anak yang menangis jika tidak diberi oleh pengendara. 
 
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Tono Rusdiantono menjelaskan bahwa bahwa para pengemis yang berada di Pasir Koja ini dibawah komando dari kelompok yang belum diketahui.
 
Alhasil, penertiban terhadap pengemis anak Kota Bandung cukup sulit untuk dilakukan. 
 
 
"Pasir Koja ... itu ada yang ngaturnya, jadi saya kemarin mencoba menyelesaikan ... harus dengan polisi Satpol PP dan aparat," ungkap Tono kepada Ayobandung.com, Rabu, 8 Desember 2021.
 
"Jadi ada yang mengasuhnya ya. Soalnya kalo temen-temen saya turun dari Dinsos bisa digebugan, ditusuk .... Tidak bisa dinsos aja, jadi itu mah harus gabungan," ujar
Tono menjelaskan.
 
Menurutnya, penertiban pengemis di kawasan Pasir Koja ini termasuk rawan, karena memiliki backing yang tak ragu melakukan aksi kekerasan ketika ditindak. 
 
".... Rawan di situ mah, Pasir Koja dan sekitarnya ... ada yang mem-backing di belakangnya .... Harus gabungan, agak berat ... dan itu ga bisa diselesaikan oleh Dinsos saja," lanjut Tono.
 
 
 
Maka dari itu, Dinas Sosial berkoordinasi dengan Satpol PP dan pihak Kepolisian untuk melakukan penertiban ke depannya.
 
Selain itu, menurut Tono, aparat kewilayahan juga berperan penting dalam memonitor pergerakan pengemis tersebut. 
 
Sejauh ini, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Satpol PP. Pun beromunikasi dengan pihak kepolisian.
 
"Sebetulnya yang harus Bergerak utama itu kan Kapolsek di situ, Karena itu sudah ngarahnya bukan lagi sosial, itu ngarahnya mengganggu ketertiban, kriminal, .... penjambretan, pemaksaan, mungkin kalo dibiarkan bisa menjadi pemerkosaan," bebernya.
 
 
Untuk kawasan lain, Tono mengeklaim, pihaknya bisa menangani para pengemis serta melakukan penertiban dan sosialisasi. 
 
"Kalo daerah lain relatif bisa ... kita kendalikan, kan kalau dinsos itu hanya menghalau, memberikan penjelasan, dan sosialisasi. Kalo ga bisa ya udah kita bawa ke Dinsos," beber Tono. 
 
Selanjutnya, setelah para pengemis ditertibkan, pihak Dinsos biasanya melakukan pembinaan terhadap para pengemis selama 7 hari. 
 
"Dinsos kan 7 hari biasanya dibina, dan dinsos kan tidak ada kekerasan, hanya membina saja. Akhirnya karena sudah terbentuk seperti itu, biasanya balik lagi (mengemis di jalanan)," tutupnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi D DPRD Kota Bandung Minta Disdik Evaluasi PTM

Jumat, 28 Januari 2022 | 14:23 WIB

Kota Bandung Targetkan Tak Ada Kabel Menjuntai 2023

Jumat, 28 Januari 2022 | 13:44 WIB

Ini Alasan Kajati Jabar Tetap Tuntut HW Hukuman Mati

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:11 WIB

Ketua Umum Minta Maaf Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh

Kamis, 27 Januari 2022 | 22:37 WIB

Ini Kata PDIP Soal Desakan Pecat Arteria Dahlan

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:44 WIB

Aksi Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh di Polda Jabar

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB
X