Revitalisasi Kawasan Alun-Alun Bandung Molor, PKL Direlokasi ke Basement

- Senin, 6 Desember 2021 | 16:26 WIB
Proyek Revitalisasi Kawasan Alun-alun yang direncanakan rampung akhir September 2021 mengalami keterlambatan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Proyek Revitalisasi Kawasan Alun-alun yang direncanakan rampung akhir September 2021 mengalami keterlambatan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
REGOL, AYOBANDUNG.COM — Proyek Revitalisasi Kawasan Alun-Alun Bandung yang direncanakan rampung akhir September mengalami keterlambatan.
 
Hal ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Didi Ruswandi beberapa waktu lalu.
 
"Kemungkinan akhir September selesai, harus dikebut soalnya fasilitas umum dan banyak pengunjungnya," ujar Didi pada Kamis, 2 September 2021.
 
Nyatanya, memasuki bulan Desember, peresmian Revitalisasi ini belum juga dilakukan dan baru akan diresmikan pada 8 Desember 2021 mendatang.  
 
 
Revitalisasi tersebut merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota Bandung untuk terus mempercantik kawasan Alun-alun Kota Bandung sebagai salah satu ikon Kota Kembang. Revitalisasi ini, mencakup perbaikan trotoar, penambahan street furniture hingga penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Kepatihan dan Dalem Kaum.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, adanya pengalihan anggaran menjadi kendala mundurnya target revitalisasi kawasan Alun-alun tersebut.
 
"Ada Covid-19 kemudian terkendala biaya, untuk keseluruhan," ungkap Ema saat meninjau pengerjaan revitalisasi kawasan Alun-alun Bandung pada Senin, 6 Desember 2021.
 
 
Proyek Revitalisasi Kawasan Alun-alun yang sebelumnya direncanakan rampung akhir September 2021 mengalami keterlambatan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
Lebih jauh Ema menegaskan, revitalisasi dilakukan secara menyeluruh, termasuk dilarangnya Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan diarea zona merah.
 
"Para PKL Alun-alun telah kita pusatkan di basement, dan tidak ada satupun PKL berjualan dikawasan terlarang," tegasnya. 
 
Sementara untuk anggaran, lanjutnya, merupakan swakelola antar Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung serta CSR pihak ketiga.
 
 
"Sehingga dalam konsep penataan akan melibatkan tiga organisasi perangkat daerah (OPD)," paparnya. 
 
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas DPKP3, Dadang Darmawan menjelaskan anggaran untuk revitalisasi kewasan DalÄ“m Kaum yakni Rp 200 juta, begitu juga untuk kawasan Kepatihan. 
 
"Kurang lebih Rp 400 juta, itu untuk pengadaan interior serta tanaman dan lainnya," pungkasnya.  [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X