Pelajar di Bandung Barat Terpapar Narkoba, COD Obat Keras Rp5.000 per Butir

- Senin, 6 Desember 2021 | 13:34 WIB
Barang bukti pil terlarang yang menyasar pelajar SMP Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Barang bukti pil terlarang yang menyasar pelajar SMP Bandung Barat. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring memicu siswa terjerembab pada penyalahgunaan obat-obatan terlarang atau narkoba.

Kepala BNN Bandung Barat, AKBP M Yulian mengatakan, belajar daring melonggarkan pengawasan sekolah terhadap siswa. Selain itu siswa mengalami kejenuhan dan kerap curi waktu main diluar rumah. Kondisi itu, memudahkan para sindikat pengedar narkoba menjual kepada kalangan pelajar.

"Anak-anak ini kan sekarang sedang menjalani belajar daring sehingga mereka mengalami kejenuhan. Pada saat mereka main keluar dimanfaatkan oleh para sindikat," kata Yulian di Ngamprah, Senin 6 Desember 2021.

 Baca Juga: Sasar Pelajar SMP Bandung Barat, Sindikat Pengedar Narkoba Dibekuk dan Ribuan Pil Disita

Ia menjelaskan peredaran narkoba bagi kalangan pelajar dilakukan dengan modus bertemu langsung atau COD. Selain itu, kemudahan narkoba bagi pelajar dilakukan para sindikat dengan cara menurunkan harga barang. Mereka menjual pil terlarang dengan harga Rp10.000.

"Harga per dua butir obat keras tersebut dijual dengan harga Rp10.000 per butir," sebutnya.

Diketahui, pada 2 Desember 2021, BNN KBB berhasil menangkap dua tersangka pengedar narkoba yaitu LI dan PV, serta 2 orang pelajar SMP sebagai penyalahguna narkoba. Adapun barang bukti yang disita yaitu 268 butir obat keras jenis Heximer, 254 Tramadol, dan 78 butir Trihex.

Selain itu, aparat juga mengamankan 86 butir Tramadol dan 1.010 butir Heximer dari satu orang tersangka yang masih buron.

"Dua orang tersangka telah dilimpahkan di tahanan Polres Cimahi. Sedangkan 2 orang pelajar penyalahguna kita lakukan proses rehabilitasi," kata Yulian.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kronologi Kasus Omicron Pertama di Cimahi, Pasien ART

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:44 WIB
X