DBHCHT untuk Peningkatan Kualitas Produksi dan Penggunaan Pita Cukai Produsen Produk Tembakau

- Jumat, 3 Desember 2021 | 17:26 WIB
Petani tembakau di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Petani tembakau di Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk pelbagai kegiatan. Sebagian besarnya diperuntukan bagi peningkatan kualitas produksi dan sosialisasi penggunaan pita cukai.

Kepala Bidang Industri Agro dan Kemasan Disperindag Kabupaten Bandung, Maya Kusuma Dewi, mengatakan DBHCHT yang dikelolanya digunakan untuk melakukan pembinaan terhadap pelaku industri kecil tembakau.

"Tahun lalu, DBHCHT digunakan untuk pelatihan. Tahun ini digunakan peningkatan kualitas produksi hasil tembakau," ujar Maya, Jumat 3 Desember 2021.

Baca Juga: DBHCHT Kabupaten Bandung Memiliki Nilai Bermanfaat

Peningkatan kualitas produksi hasil tembakau salah satunya adalah pemberian alat diversifikasi. Alat penyuling untuk mengekstrak tembakau menjadi minyak atsiri juga alat rajang.

Dengan demikian, petani tidak lagi menjual daun tembakau, melainkan dalam bentuk produk turunannya yakni minyak atsiri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Adanya peralihan produk tembakau, secara tidak langsung akan meningkatkan ekonomi petani juga pelaku usaha produk tembakau di Kabupaten Bandung.

"Ada 30 orang yang mendapat bantuan alat ini," ujarnya.

Selain itu dilakukan juga sosialisasi menganai pita cukai kepada pelaku usaha produk tembakau. Maya memaparkan, produk tembakau harus memiliki pita cukai yang artinya, mereka taat membayar cukai produk tembakau.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X