Penetapan UMK oleh Gubernur Jawa Barat Dianggap Tidak Rasional untuk Buruh

- Rabu, 1 Desember 2021 | 16:51 WIB
[Ilustrasi unjuk rasa buruh terhadap UMK] Penetapan UMK oleh Gubernur Jawa Barat dinilai tidak rasional, khususnya untuk Kabupaten Bandung. Pasalnya, Ridwan Kamil menetapkan besaran. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
[Ilustrasi unjuk rasa buruh terhadap UMK] Penetapan UMK oleh Gubernur Jawa Barat dinilai tidak rasional, khususnya untuk Kabupaten Bandung. Pasalnya, Ridwan Kamil menetapkan besaran. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Penetapan UMK oleh Gubernur Jawa Barat dinilai tidak rasional, khususnya untuk Kabupaten Bandung. Pasalnya, Ridwan Kamil menetapkan besaran UMK Kabupaten Bandung tidak naik sama sekali.

Ketua FSPSI Kabupaten Bandung Adang mengatakan, keputusan Gubernur Jawa Barat terkait UMK 2022 sangat mengecewakan, mengingat untuk Kabupaten Bandung besaran UMK masih Rp3.241.929 atau sama dengan UMK 2021.

"Saya tidak yakin, jika Gubernur Jawa Barat menghitung UMK berdasarkan PP 36, untuk Kabupaten Bandung sama sekali tidak ada kenaikan," ujar Adang, Rabu, 1 Desember 2021.

Jika melihat zona aglomerasi Bandung Raya, seluruh daerah di wilayah ini mengalami kenaikan, walaupun tidak seberapa. Sehingga menjadi tidak logis apabila wilayah Kabupaten Bandung sama sekali tidak mengalami kenaikan.

Baca Juga: Pemkab Bandung Wajibkan Putar Lagu Indonesia Raya dan Halo-halo Bandung

"PP 36 itu jelas rumusannya, jelas dasar perhitungannya. Masalahnya di mana? masa Kota Bandung, Kota Cimahi UMK-nya naik, sementara Kabupaten Bandung tidak," ujarnya.

Padahal, kata Adang, jika melihat kebutuhan hidup layak, sudah sewajarnya ada kenaikan upah diangka 10 persen.

Baca Juga: UMK Kabupaten Bandung 2022 Tidak Naik!

"Kalau tidak naik, berarti tidak ada penyesuaian sama sekali. Apalagi di daerah Bandung Raya ada kenaikan, ini Kabupaten Bandung tidak naik sama sekali, ini kan aneh," imbuhnya.

Padahal, Bupati Bandung telah merekomendasikan kenaikan UMK sebesar 10 persen, pun dengan beberapa daerah lain di Jawa Barat yang rata-rata merekomendasikan kenaikan diatas 5 persen.
 
 
"Tadinya kami berharap ada penyesuaian, karena rata-rata rekomendasi UMK dari Kabupaten Kota di Jawa Barat itu di atas 5 persen, paling tidak ada kenaikan sebesar 5 persen. Tapi untuk Kabupaten Bandung malah tidak naik," ijarnya.

Buruh Kabupaten Bandung sendiri berencana melakukan gugatan dan melakukan aksi besar-besaran menyikapi UMK Kabupaten Bandung 2022 yang tidak mengalami kenaikan. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anggaran BTT Kabupaten Bandung Masih Besar

Selasa, 24 Mei 2022 | 19:07 WIB
X