Daftar UMK Bandung 2022, Tidak Naik di Dua Kabupaten

- Rabu, 1 Desember 2021 | 10:35 WIB
Daftar UMK Bandung 2022. Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 30 November 2021. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Daftar UMK Bandung 2022. Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 30 November 2021. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Daftar upah minimum kota/kabupaten atau UMK Bandung 2022 telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Hal itu ditetapkan dalam Keputusan Gubernur Nomor 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Jawa Barat Tahun 2022.

Sekretaris Daerah Jabar Setiawan Wangsaatmaja, dalam keterangan resmi, Kamis, 1 Desember 2021, mengatakan, dasar hukum penetapan UMK Jawa Barat 2022 ini di antaranya Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan aturan turunnya dan Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Terkait putusan MK yang menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini di dalam dua tahun. Namun demikian, selama dua tahun ini seluruh peraturan yang terkait dengan UU Cipta Kerja dan seluruh turunannya masih tetap berlaku, termasuk PP 36 yang mendasari terkait perhitungan UMK ini,” papar dia.

Baca Juga: Buruh Tolak Audiensi dengan Wagub Jabar, Hanya Ingin Ditemui Ridwan Kamil

Ia menuturkan, seluruh rekomendasi nilai UMK yang diterima gubernur dari bupati/wali kota menyesuaikan dengan formula penghitungan upah mengikuti PP 36 tahun 2021.

Di Bandung Raya, ada dua daerah yang tidak mengalami kenaikan UMK, yakni Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. Sementara UMK Kota Bandung dan Kota Cimahi naik.

Berikut daftar lengkap UMK Bandung 2022.

  1. UMK Kota Bandung 2022 Rp3.774.860,78 atau naik Rp32.584,3
  2. UMK Cimahi 2022 Rp3.272.668,50 atau naik Rp30.749
  3. UMK Bandung Barat 2022 Rp3.248.283,28 (tidak naik)
  4. UMK Kabupaten Bandung 2022 Rp3.241.929,67 (tidak naik)

Setiawan menuturkan, seluruh rekomendasi nilai UMK yang diterima gubernur dari bupati/wali kota menyesuaikan dengan formula penghitungan upah mengikuti PP 36 tahun 2021.

Baca Juga: Ribuan Buruh Geruduk Gedung Sate: Tuntut 4 Hal Terkait UMK

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Manfaat Kartu Prakerja? Berikut Ulasannya

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:34 WIB

Tenaga Honorer Dihapus 2023, TKK Bandung Barat Cemas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB
X