DPMD Kabupaten Bandung Minta Kades Sertifikasi Tanah Carik Desa

- Selasa, 30 November 2021 | 17:41 WIB
[Ilustrasi lahan tanah]DPMD Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengimbau agar Kepala Desa melakukan sertifikasi tanah carik desa untuk mencegah praktik mafia.
[Ilustrasi lahan tanah]DPMD Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengimbau agar Kepala Desa melakukan sertifikasi tanah carik desa untuk mencegah praktik mafia.

SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Tata Irawan Sobandi mengimbau agar Kepala Desa melakukan sertifikasi tanah carik desa.

Imbauan itu untuk mencegah adanya praktik mafia tanah oleh pihak Kepala Desa.

Hal tersebut setelah adanya mantan kepala desa di Kabupaten Bandung yang ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. karena diduga melakukan praktif mafia tanah pada 2018 lalu.

"Dengan adanya kasus tersebut, kami merasa prihatin. Mudah-mudahan tidak diikuti oleh Kades-kades yang sekarang menjabat," ujar Tata, Selasa, 30 November 2021.

Sejatinya kata Tata, Kepala Desa harus menjaga aset yang dimiliki oleh Desa, termasuk tanah carik. Melakukan sertifikasi merupakan salah satu upaya dalam menjaga aset desa.

"Memang kejahatan itu karena niat, walaupun sudah disertifikatkan kalau ada niat jahat mah susah. Tapi paling tidak, ketika sudah disertifikatkan, bisa lebih terjamin, karena sertifikat itu sebagai tanda bukti kepemilikan lahan yang sah," ujarnya.

Baca Juga: Baru 10 Objek Wisata Kabupaten Bandung Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Tata melanjutkan, berdasarkan Permendessa nomor 1 tahun 2018 dan Perbup nomor 106 tahun 2018, pengelolaan aset desa merupakawan kewenangan Kepala Desa, sehingga pihaknya tidak bisa intervensi untuk melakukan pengamanan aset desa seperti menyertifikatkan tanah carik.

Dengan demikian, pihaknya mewanti-wanti kepada Kepala Desa yang sekarang menjabat, tidak mencoba meniru yang dilakukan seorang oknum mantan Kades di Kecamatan Nagreg yang diduga melakukan praktik mafia tanah.

Baca Juga: Ribuan Orang Ikuti Gebyar Vaksinasi Polresta Bandung

Kejati Jawa Barat menetapkan oknum salah seorang mantan Kades di Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung sebagai tersangka dugaan praktif mafia tanah pada selasa 30 november 2021.

Dugaan praktif mafia tanah tersebut dilakukan pada 2018 lalu ketika tersangka masih menjabat sebagai Kepala Desa.

Modus yang dilakukan tersangka adalah memindahtangankan aset milik desa berupa objek tanah carik persil 12 dan 13 yang berada di desa tetangga.

Baca Juga: ODGJ dan Disabilitas Cimahi Bakal Dibuatkan KTP

Tersangka bersepakat dengan orang bernama F dan Y untuk menukar objek tanah yang berasal dari tiga buah AJB atas nama AS yang berada di lokasi Persil 16 desa tersangka.

Akibat praktik tersebut, kerugian negara mencapai Rp 3,3 miliar. Kini tersangka berstatus sebagai tahanan Kejati Bandung. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 21 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:00 WIB
X