Kadisparbud Bandung: Euforia Nataru Picu Gelombang Ketiga Covid-19

- Selasa, 30 November 2021 | 15:41 WIB
Warga diminta tak euforia saat libur Nataru. Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Kampung Cai Ranca Upas, Jalan Raya Ciwidey, Patengan, Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Warga diminta tak euforia saat libur Nataru. Wisatawan mengunjungi kawasan wisata Kampung Cai Ranca Upas, Jalan Raya Ciwidey, Patengan, Kabupaten Bandung. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM -- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten (Disparbud) Kabupaten Bandung meminta masyarakat tidak euforia saat merayakan libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (nataru) nanti. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya klaster baru covid-19 di objek wisata.

Kepala Disparbud Kabupaten Bandung Wawan A Ridwan mengatakan, seiring dengan masifnya vaksinasi, kondisi penyebaran covid Kabupaten Bandung sudah semakin mereda, namun bukan berarti tidak ada kemungkinan kembali naik apabila masyarakat tidak mematuhi protokol kesehatan.

Libur Nataru menjadi salah satu kekhawatiran adanya gelombang ketiga Covid 19, terutama apabila masyarakat tidak patuh anjuran pemerintah.

Baca Juga: Dear Warga Jabar, Polda Imbau Libur Nataru Diam di Rumah dan Tidak Berkeliaran

"Sudah menjadi maklum kondisi saat ini, namun masyarakat jangan sampai terlalu euforia merayakan nataru yang bisa menimbulkan klaster baru," ujar Wawan, Selasa 30 November 2021.

Walaupun objek wisata dibuka dengan ketentuan penggunaan aplikasi PeduliLindungi, namun apabila masyarakat euforia dan mengabaikan protokol kesehatan, upaya penangan yang dilakukan pemerintah akan sia-sia.

"Kalau sudah terjadi gelombang ketiga, masyarakat sendiri yang akan rugi," katanya.

Saat libur Nataru nanti kata Wawan, pihaknya akan melakukan sejumlah kegiatan pariwisata. Salah satunya adalah pembatasan jumlah pengunjung yang hanya berasal dari Bandung.

Bukan hanya objek wisata yang akan menerapkan pembatasan kunjungan, hotel dan restoran juga diterapkan hal serupa.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

4 SD Negeri di Margahayu Dituntut Rp4,8 Miliar

Kamis, 19 Mei 2022 | 16:11 WIB
X