Pekerjaan Tahap 2 Teras Cihampelas Dibangun Tahun 2022, Anggaran Capai Rp5 Miliar

- Jumat, 26 November 2021 | 15:29 WIB
Pedagang menata barang dagangannya di Teras Cihampelas, Kota Bandung. Pekerjaan tahap 2 Teras Cihampelas akan kembali dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang, dengan anggaran mencapai Rp5 miliar. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Pedagang menata barang dagangannya di Teras Cihampelas, Kota Bandung. Pekerjaan tahap 2 Teras Cihampelas akan kembali dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang, dengan anggaran mencapai Rp5 miliar. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Pekerjaan tahap 2 Teras Cihampelas akan kembali dilanjutkan pada tahun 2022 mendatang.
 
Dana yang akan dialokasikan untuk proyek tersebut sebesar Rp5 miliar berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2022.
 
Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi, hal tersebut masih dalam pembahasan.
 
Menurut Didi, pekerjaan di Teras Cihampelas tahap 2 tersebut akan berfokus pada pekerjaan arsitektur bagian atas.
 
"Teras Cihampelas masih PU, tahun kemarin gagal lelang karena anggarannya tidak ada, tahun depan Insya Allah akan dilanjutkan untuk tahap dua," ujar Didi di Balai Kota Bandung pada Jumat, 26 November 2021.
 
 
"Itu perbaikannya sebagian besar disambungan, sama nanti arsitektural di bagian atasnya," tambahnya.
 
Pihaknya menjelaskan bahwa setelah dilakukan pengerjaan tahap dua langsung siap dipakai. Bahkan kata dia, anggaran untuk pengerjaan Teras Cihampelas tahap 2 mencapai 5 Miliar.
 
"Nilainya 5 Miliar, kalau udah dibenerin siap pakai," tegasnya.
 
 
Mengenai kawasan tersebut akan di gunakan hanya Pedagang Kaki Lima (PKL), Didi menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
 
"Kalau itu nanti dengan dinas UMKM kita ngobrol. Itu aspek kebijakan jadi daripada menghambat di bawah, kenapa engga diatas juga. Tapi fungsi sirkulasi pedestrian (akses pejalan kaki) kita harapkan jalan, salah satunya akses ke toko-toko di kawasan tersebut," katanya.
 
 
Didi pun mengungkapkan bahwa penyediaan ruang ruang dagang tidak menjadi urusan dengan DPU.
 
Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya hanya fokus pada fungsi pedestrian dan menyiapkan sirkulasi akses.
 
"Kan parkir Tamansari-nya belum terbangun. Mungkin justru ingin ada intensifikasi ke persil-persil. Jadi kalau bisa mah yg toko-toko itu masuk dari atas, sehingga flow-nya bisa hidup. Kalau gak salah baru ada satu BUM apa gitu yang ada akses ke atas. Nanti harapannya sirkulasinya bisa hidup di sana," tambahnya.
 
 
Mengenai persoalan dengan pengembang sebelumnya, pihak DPU menuturkan hal tersebut sudah diselesaikan. Dipaparkan Didi, ada kewajiban pengembalian anggaran dari pengembang kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
 
"Sudah selesai, karena cukup besar. Mereka (PT Promic) tadinya berharap ada pembayaran sisanya, alih-alih pembayaran tapi mereka harus ada pengembalianya itu totalnya Rp35 juta. dari seharusnya mereka dapat Rp2,3 miliar mereka justru harus mengembalikan Rp35 juta," pungkasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X