Kota Bandung Akan Jadi Lautan Sampah, Jika Tidak Segera Lakukan Ini!

- Jumat, 26 November 2021 | 13:57 WIB
Kalau Kota Bandung tidak bisa mengurangi sampah maka potensi kota lautan sampah bisa saja terjadi. Kondisi ini jadi ancaman nyata. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Kalau Kota Bandung tidak bisa mengurangi sampah maka potensi kota lautan sampah bisa saja terjadi. Kondisi ini jadi ancaman nyata. (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
 
Kalau Kota Bandung tidak bisa mengurangi sampah maka potensi kota lautan sampah bisa saja terjadi. Kondisi ini jadi ancaman nyata.
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung mencatat, setiap hari jumlah timbunan sampah mencapai 1.600 ton per hari. Dengan rincian 82 persennya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
 
Akibatnya, penumpukan sampah terjadi di banyak titik Tempat Pembuangan Sementara (TPS) saat TPA Sarimukti berhenti beroperasi beberapa waktu lalu. 
 
Berdasarkan kondisi itu, Kepala Seksi Kerja Sama Teknis Operasional DLHK Kota Bandung, Deti Yulianti, mengaku terus berusaha agar jumlah sampah yang diangkut ke TPA semakin kecil.
 
"Kalau Kota Bandung tidak bisa mengurangi sampah maka potensi kota lautan sampah bisa saja terjadi," ujar Deti pada Jum'at, 26 November 2021.
 
Kata dia, tahun depan Kota Bandung memiliki target untuk pembuangan ke TPA bisa turun ke angka 70 persen dari total sampah yang ada.
 
Selain itu, ujar Deti, kondisi TPA Sarimukti yang sudah tidak lagi memiliki kapasitas untuk menampung sampah. Sehingga, nantinya sampah akan di angkut ke TPPAS Legok Nangka yang menuntut agar pengangkutan sampah dari Kota Bandung bisa menurun sebanyak 24 persen.
 
"Targetnya adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, minimal turun dari 80 ke 70 persen caranya lewat sampah yang diolah dan mengembangkan kawasan bebas sampah skala kelurahan," ujarnya.
 
 
Deti menuturkan, saat ini penanganan sampah di Kota Bandung terdiri dari penyapuan jalan, pengangkutan sampah ke TPA, serta pemilahan dan pengolahan sampah di sumber sampah maupun di Tempat Penampungan Sementara (TPS).
 
"Sekarang sudah ada 60 RW yang melakukan sistem pemilahan sampah, tapi kita masih punya PR banyak sekali," terangnya.
 
 
Sehingga untuk mengurangi volume sampah demi terwujudnya kota bersih, di tahun 2022 DLHK Kota Bandung akan kembali melanjutkan program-program yang tertunda akibat pandemi covid-19.
 
"Seperti membangkitkan kembali Bank Sampah yang kemarin sempat terhenti. Kita dorong untuk mengaktifkan kembali," paparnya.
 
Kemudian DLHK akan mendorong kawasan bebas sampah (KBS) hadir di 60 kelurahan. Dengan begitu, Deti meyakini, permasalahan sampah sedikit demi sedikit akan mulai teratasi.
 
"Kita mendorong tahun depan agar setiap kelurahan minimal 40 persen kelurahan kawasan bebas sampah dengan ketaatan milah sampah 60 persen," tuturnya.
 
 
Selain itu, DLHK akan terus berupaya mengubah perilaku masyarakat untuk mau memilah sampah mulai dari pintu rumahnya. Sebab permasalahan sampah bukan hanya tanggungjawab DLHK, tetapi semua masyarakat.
 
"Targetnya adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, kita dorong juga perubahan prilaku masyarakat untuk tidak menggunakan barang sekali pakai seperti kantong plastik, botol minuman," ujarnya.
 
"Jangan sampai Kota Bandung jadi kota lautan sampah. Pokoknya Bandung kudu bersih," tegasnya. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 26 November 2021

Jumat, 26 November 2021 | 06:00 WIB

Jalan Kota Bandung Rusak, Perbaikan Minim Anggaran

Kamis, 25 November 2021 | 16:19 WIB
X