Usulan UMK KBB 2022 Naik 7 Persen, Ini Komentar Apindo

- Kamis, 25 November 2021 | 19:19 WIB
Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) merekomendasikan kenaikan upah minimum atau UMK KBB 2022 naik sebesar Rp227.379,82 atau 7 persen dari UMK tahun 2021. Ilustrasi (Pixabay/Mohamad Trilaksono )
Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) merekomendasikan kenaikan upah minimum atau UMK KBB 2022 naik sebesar Rp227.379,82 atau 7 persen dari UMK tahun 2021. Ilustrasi (Pixabay/Mohamad Trilaksono )

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) merekomendasikan kenaikan upah minimum atau UMK KBB 2022 naik sebesar Rp227.379,82 atau 7 persen dari UMK tahun 2021

Jika rekomendasi ini direstui Pemprov Jabar. Gaji minimum di KBB tahun 2022 naik menjadi Rp3.475.663,11. Angka kenaikan UMK 2022 sebesar 7 persen ini sesuai dengan aspirasi serikat buruh saat menggelar rapat dewan pengupahan. 

Keputusan Pemda KBB otomatis mengesampingkan usulan kalangan pengusaha yang meminta UMK 2022 tak mengalami kenaikan sesuai skema perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2021. 

Baca Juga: 5 Puisi Hari Guru 2021 Singkat yang Menyentuh Hati dan Sedih untuk anak TK, SD, SMP, SMA

Terkait hal tersebut, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) KBB mengaku tak bisa berbuat apa-apa. Pasalnya, penetapan rekomendasi UMK KBB 2022 naik merupakan hak pemerintah. 

"Kalau keputusannya itu Apindo gak bisa apa-apa. Kita hanya menjalankan peraturan yang sudah diatur oleh pusat yaitu PP 36," kata Ketua Apindo KBB, Joni Tjakralaksana, Kamis 26 November 2021.

Baca Juga: 35 Ucapan Selamat Hari Guru 2021 yang Singkat dan Menyentuh Hati, Cocok untuk Status WA, FB, IG

Joni menilai sejumlah perusahaan bakal kena dampak apabila usulan UMK KBB 2022 naik 7 persen resmi ditetapkan. Karena, kenaikan gaji karyawan dianggap memberatkan bagi sejumlah perusahaan. Apalagi dilakukan di masa Pandemi Covid-19. 

"Bagi sebagian perusahaan ini berat apalagi Pandemi Covid-19 belum berakhir," pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengatakan keputusan merekomendasikan kenaikan UMK 2022 adalah bentuk keberpihakan kepada buruh. Apalagi sejumlah harga-harga bahan pokok saat ini tengah melonjak. 

"Kita rekomendasikan tahun depan UMK naik 7 persen. Keputusan ini saya ambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintahan terhadap buruh. Harga-harga sekarang naik, pemasukan buruh harus bertambah untuk menutup itu," kata Hengky Kurniawan.

Baca Juga: 30 HP Samsung Terbaru 2021, Yuk Cek Daftar Harganya

Hengky mengklaim, rekomendasi UMK KBB 2022 naik merupakan angka tertinggi di Jawa Barat. Pasalnya, 27 kabupaten/kota di Jabar tak ada yang melebihi angka 1 persen mengusulkan kenaikan UMK 2022.

"Kalau kita lihat dari kabupaten kota lain, usulan UMK KBB 2022 naik, itu kenaikannya paling tinggi. Tapi tetap ini hanya rekomendasi, keputusan final ada di Pemprov Jabar," tambahnya. 

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Irigasi Meluap, 8 Rumah di Ngamprah Terendam Banjir

Jumat, 26 November 2021 | 18:33 WIB

Usulan UMK KBB 2022 Naik 7 Persen, Ini Komentar Apindo

Kamis, 25 November 2021 | 19:19 WIB
X