Usai Penggusuran Anyer Dalam, Anak-Anak Jalani Trauma Healing

- Kamis, 25 November 2021 | 13:36 WIB
Usai penggusuran rumah oleh PT KAI di Jalan Anyer Dalam beberapa waktu lalu, anak-anak yang terdampak penggusuran mengikuti program trauma healing.  (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Usai penggusuran rumah oleh PT KAI di Jalan Anyer Dalam beberapa waktu lalu, anak-anak yang terdampak penggusuran mengikuti program trauma healing. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

 
BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM — Usai penggusuran rumah oleh PT KAI di Jalan Anyer Dalam beberapa waktu lalu, anak-anak yang terdampak penggusuran mengikuti program trauma healing
 
Acara yang digagas oleh beberapa relawan ini menghadirkan Badut Necis dalam upaya menghibur anak-anak yang menyaksikan aksi penggusuran tersebut. 
 
Salah satu perwakilan relawan, Cecep Resna Damayana selaku Bendahara Umum Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Kota Bandung mengatakan, dengan hadirnya FPRB di lokasi merupakan suatu bentuk kepedulian pihaknya sebagai relawan yang berfokus kepada aspek sosial. 
 
"Ini sebagai bagian dari trauma healing, kita juga hadir sebagai bentuk semangat bagi masyarakat terdampak khusunya anak-anak bahwa masih ada yang peduli atas kejadian yang menimpa mereka," ujar Resna pada Kamis, 24 Oktober 2021.
 
 
Menurutnya, meski sekarang warga terdampak masih berada dalam situasi konflik yang belum selesai, pihaknya ingin agar anak-anak berada dalam kondisi ceria dengan hadirnya hiburan ini. 
 
"Berbarengan dengan relawan lain memberikan trauma healing supaya anak anak tetap semangat. Juga, agar ini tidak mempengaruhi mereka secara psikologis," bebernya. 
 
Usai penggusuran rumah oleh PT KAI di Jalan Anyer Dalam, anak-anak yang terdampak penggusuran ikuti trauma trauma healing. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
"Mereka tetap harus tumbuh dengan baik, bagaimanapun kan anak-anak itu masa depan bangsa. Semoga dengan ini bisa sedikit meringankan beban mereka," lanjut Resna. 
 
 
Dilain pihak, Dindin Nuryadin selaku koordinator warga Anyer Dalam sangat mengapresiasi dengan bantuan trauma healing yang diberikan kepada anak-anak terdampak. 
 
"Kami sangat mengapresiasi seluruh bantuan yang hadir, terutama anak-anak. Ketika kejadian kan anak-anak ini melihat rumahnya di martil, di beko jadi ini sebuah bantuan yang sangat berarti," ujar Dindin. 
 
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di lapangan, aksi dari badut ini bisa mengembalikan senyum yang hilang dari anak-anak terdampak. 
 
Atraksi yang ditampilkan mampu melupakan sejenak rasa sendu dari warga meski, beberapa kali sempat terlihat isak tangis dari anak-anak ketika ingat rumahnya sudah rata dengan tanah. [*]
 
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hujan Deras Guyur Gedung Sate, Buruh Tetap Bergeming

Selasa, 30 November 2021 | 14:58 WIB

Perayaan Tahun Baru 2022 di Bandung Dilarang!

Selasa, 30 November 2021 | 10:23 WIB

PSI Walk Out Saat Rapat RAPBD, Ini Tanggapan Oded

Senin, 29 November 2021 | 16:03 WIB
X