4 Tips Bijak Kelola Cicilan Pinjaman Online agar Tak Memberatkan Finansial

- Kamis, 25 November 2021 | 13:25 WIB
Ilustrasi bank emok. Proses mudah dan cepat menjadikan masyarakat memilih meminjam uang kepada Bank Emok dan pinjol dibanding kepada perbankan terdaftar di OJK.(dara.co.id)
Ilustrasi bank emok. Proses mudah dan cepat menjadikan masyarakat memilih meminjam uang kepada Bank Emok dan pinjol dibanding kepada perbankan terdaftar di OJK.(dara.co.id)

AYOBANDUNG.COM -- Tidak ada yang bisa membantah jika layanan keuangan berbasis digital semakin hari semakin ramai digunakan oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan layanan keuangan tersebut memiliki cara dan syarat pengajuan yang jauh lebih simpel dan praktis ketimbang produk pinjaman konvensional. Sehingga, lebih banyak kalangan mampu merasakan manfaatnya untuk mengatasi berbagai masalah finansial yang menghadang.

Akan tetapi, jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan yang mumpuni, keberadaan layanan pinjaman online langsung cair berbasis digital bisa membawa dampak buruk terhadap penggunanya.

Selain itu, pemahaman tentang cara mengelola tanggungan cicilan utang, termasuk pinjaman online, juga penting untuk dimiliki agar keuangan tak sampai berantakan. Nah, bagi Anda yang penasaran bagaimana tips bijak mengelola cicilan pinjaman online agar tak memberatkan finansial, berikut Cermati berikan ulasannya.

1. Pahami Hal-Hal Penting Terkait Aktivitas Pinjaman

Tips pertama yang harus Anda ketahui agar lebih bijak mengelola cicilan pinjaman online adalah memahami sejumlah hal penting terkait aktivitas pinjaman. Hal-hal penting tersebut meliputi, variasi tenor, nominal dana pinjaman yang bakal diajukan, hingga tingkat bunga yang dibebankan.

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna pinjaman online maupun layanan kredit lain pada umumnya adalah hanya berfokus pada nominal dana yang bakal dipinjam. Padahal, hal yang mempengaruhi nominal cicilan pinjaman tidak hanya itu saja, melainkan juga tenor pelunasan yang dipilih dan tingkat bunga yang diberikan.

Oleh karena itu, bijaklah memilih layanan pinjaman online dengan melakukan riset serta membandingkan hal-hal yang memengaruhi besaran cicilannya tersebut. Saat ini, tidak jarang penyedia pinjaman online yang memiliki fasilitas simulasi kredit agar nasabah mampu mengetahui nominal cicilan yang akan ditanggungnya nanti. Jadi, Anda bisa lebih mudah menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan kemampuan bayar agar tak kewalahan melunasinya.

Baca Juga: Usai Dapat 500 Juta, Ayah Vanessa Angel Minta Hak Asuh Gala, Ayah Bibi Ardiansyah Naik Pitam!

Baca Juga: Sinopsis Joseon Psychiatrist Yoo Se Poong Drama Baru tvN, Lengkap dengan Profil Kim Min Jae

2. Tetapkan Rasio Cicilan Utang Maksimal yang Boleh Dimiliki

Tips kedua, tetapkan dulu berapa rasio atau persentase maksimal beban cicilan yang boleh dimiliki setiap bulan terhadap pendapatan. Idealnya, perencana keuangan sepakat bahwa rasio maksimal dari tanggungan cicilan yang boleh dimiliki seseorang adalah 30 persen dari gaji bulanannya.

Sebagai contoh, dengan gaji 5 juta per bulan, batas maksimal cicilan yang boleh Anda miliki adalah 1,5 juta. Jika melebihi rasio tersebut, risiko kebutuhan atau pos keuangan lain tak tercukupi akan menjadi lebih tinggi. Dalam kata lain, potensi untuk mengalami gagal bayar atau kredit macet karena kesulitan mengelola finansial lebih untuk rentan terjadi.

Namun, rasio tersebut merupakan anjuran secara umum dan bisa saja tak berlaku pada Anda. Tergantung dari kebutuhan dan tanggungan yang dimiliki, Anda berhak menentukan sendiri rasio cicilan yang boleh dimiliki setiap bulan asalkan tidak sampai terlalu membebani finansial hingga kesulitan melunasinya.

3. Selesaikan Dulu Tanggungan Utang yang Ada Sebelum Ajukan Pinjaman Baru

Karena syarat dan proses pengajuannya yang mudah, tak sedikit orang yang berpikir pendek untuk menggunakan pinjaman online secara berlebihan. Walaupun masih memiliki beban cicilan yang perlu dilunasi, kadang kala seseorang tak segan untuk mengajukan pinjaman baru untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Kalau nominalnya masih kecil dan mampu dijangkau keuangan sih seharusnya tidak akan berbuntut masalah. Hanya saja, hal ini bisa menjadi kebiasaan, lalu berubah menjadi ketergantungan yang mampu membuat Anda terlilit cicilan yang selangit. Oleh karena itu, untuk menghindarinya, tanamkan dalam benak Anda agar tak mengajukan pinjaman baru sebelum tanggungan kredit yang masih ada terlunasi hingga tuntas.

4. Buang Jauh-Jauh Sikap Impulsif

Tips terakhir agar lebih mudah mengelola cicilan pinjaman online adalah membuang jauh-jauh sikap impulsif atau berbelanja secara berlebihan. Pikirkan dengan matang kebutuhan apa saja yang boleh dipenuhi dengan pinjaman online dan pastikan sifatnya mendesak atau produktif.

Kalaupun ingin memanfaatkan pinjaman online untuk membeli barang konsumtif, pastikan dulu keuangan mampu untuk mengatasi cicilannya dan tak semata-mata karena keinginan impulsif saja. Sebab kalau Anda tak mampu menahan hasrat belanja konsumtif tersebut, tidak butuh waktu lama keuangan akan terkubur beban cicilan yang menumpuk.

Baca Juga: Peluru Nyasar di Bandung Barat Akan Diperiksa Forensik Mabes Polri

Baca Juga: Pendapat Presiden Yamaha Indonesia Mengenai Sirkuit Mandalika, Ada Hadiah Istimewa Buat Penyelenggara

Jangan Sampai Keuangan Terlalap Cicilan Karena Tak Bijak Ambil Pinjaman

Itulah 4 tips mengelola cicilan pinjaman online agar tak memberatkan finansial. Pinjaman online pada dasarnya bermanfaat untuk mengatasi masalah keuangan atau kebutuhan mendesak, khususnya bagi kalangan masyarakat yang tak mampu mengajukan pinjaman di lembaga keuangan konvensional.

Hanya saja, pemanfaatan layanan keuangan berbasis digital tersebut perlu dilakukan dengan bijak dan penuh perhitungan agar tak membebani keuangan. Nah, agar cicilan pinjaman online tidak sampai mengacaukan finansial, pastikan untuk mengikuti tips-tips yang telah Cermati sampaikan di atas, ya!

Halaman:
1
2
3

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Harga Cabai Rawit Bandung Barat Perlahan Turun

Minggu, 23 Januari 2022 | 16:45 WIB

Dinkes Catat 3.743 Kasus DBD Bandung Sepanjang 2021

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:45 WIB

Kronologi Kasus Omicron Pertama di Cimahi, Pasien ART

Jumat, 21 Januari 2022 | 19:44 WIB
X