Rapat Dewan Pengupahan Deadlock, UMK Bandung Barat 2022 Belum Direkomendasikan ke Jabar

- Kamis, 25 November 2021 | 09:25 WIB
UMK Bandung Barat 2022. Ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Rabu, 17 November 2021. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
UMK Bandung Barat 2022. Ribuan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jawa Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Rabu, 17 November 2021. (Ayobandung.com/Kavin Faza)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Rapat Dewan Pengupahan Kabupaten Bandung Barat (KBB), di Grafika Cikole, Lembang, Rabu 24 November 2021 kemarin, deadlock atau tak menemui titik temu.

Pertemuan itu belum bisa menetapkan angka tunggal upah minimum atau UMK Bandung Barat tahun 2022 yang mesti dibawa ke Pemrov Jabar. Perwakilan pengusaha, buruh, dan Pemda punya usulan masing-masing nominal upah.

Berdasarkan berita acara hasil pleno rapat dewan pengupahan, unsur buruh mengusulkan kenaikan upah sebesar 7 persen atau sebesar Rp227.379. Artinya mereka ingin UMK 2022 naik menjadi 3.475.663,10.

Baca Juga: UMK Bandung 2022 Kapan Diumumkan?

Sementara usulan pihak swasta Keukeuh mengusulkan UMK 2022 berdasarkan perhitungan Peraturan Pemerintah (PP) 36 tahun 2021 tentang pengupahan, sebesar Rp.3.248.283,28 atau tidak ada kenaikan sama dengan UMK 2021.

Sedangkan unsur pemerintah daerah mengusulkan kenaikan upah sebesar 30.858,69 atau 0,95 persen dari UMK tahun 2021. Pertimbangan kenaikan tersebut merujuk algomerasi ekonomi wilayah Bandung Raya serta guna menjaga kestabilan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bandung Barat Panji Hermawan membenarkan bahwa Pemda KBB belum melayangkan rekomendasi UMK 2022 ke Pemprov Jabar. Pasalnya, pemerintah masih meminta masukan dari lembaga Tripartit.

"Belum final aspirasi lembaga tripartit masih memberi masukan dan pertimbangan ke pak Plt Bupati," kata Panji saat dihubungi, Kamis 25 November 2021.

Karena adanya tiga usulan berbeda angka UMK 2022 dalam rapat dewan pengupahan, Pemda KBB sempat akan mengusulkan ketiga angka tersebut. Namun usulan itu ditolak buruh karena dinilai hanya lepas tanggung jawab.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Irigasi Meluap, 8 Rumah di Ngamprah Terendam Banjir

Jumat, 26 November 2021 | 18:33 WIB

Usulan UMK KBB 2022 Naik 7 Persen, Ini Komentar Apindo

Kamis, 25 November 2021 | 19:19 WIB
X