Kenaikan UMK Belum Jelas, Buruh Kabupaten Bandung Demo di Pemkab

- Rabu, 24 November 2021 | 14:44 WIB
Ratusan buruh Kabupaten Bandung melakukan aksi demonstrasi di halaman Pemkab Bandung. Mereka menuntut kenaikan UMK 2022 sebesar 8 persen. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)
Ratusan buruh Kabupaten Bandung melakukan aksi demonstrasi di halaman Pemkab Bandung. Mereka menuntut kenaikan UMK 2022 sebesar 8 persen. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)


SOREANG, AYOBANDUNG.COM — Ratusan buruh Kabupaten Bandung melakukan aksi demonstrasi di halaman Pemkab Bandung. Mereka menuntut kenaikan UMK 2022 sebesar 8 persen yang belum ditetapkan Pemkab Bandung.

Dalam orasinya, buruh mengatakan jika mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021, UMK Kabupaten Bandung hanya naik 0,9 persen atau sebesar Rp31.000, jumlah tersebut terbilang sangat kecil dibanding dengan kenaikan harga bahan pokok akhir-akhir ini.

"Informasi yagn kami terima, Pemkab Bandung tidak akan menggunakan rumusan PP 36/2021, tapi dengan melihat daerah sekitar," ujar Ketua KSPN Kabupaten Bandung Ijudin saat melakukan orasi di Depan Kantor Pemkab Bandung, Rabu 24 November 2021.

Daerah sekitar yang menjadi acuan Pemkab Bandung dalam menentukan rekomendasi UMK kepada Gubernur Jawa Barat adalah Kota Cimahi.

"Namun, UMK Kota Cimahi sampai sekarang belum juga keluar, artinya rekomendasi besaran UMK Kabupaten Bandung juga belum ada," katanya.

Ijudin meminta Pemkab Bandung segera merekomendasikan kanaikan UMK 2022 kepada Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, dengan kenaikan harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini, rasio kenaikan UMK pada 2022 semestinya adalah sebear 8 persen.

"Kami menuntut agar UMK naik 8 persen pada 2022," ujarnya.

Baca Juga: Dukung Kenaikan UMK, Kadisnaker Kota Bandung Ikut Konvoi Buruh

Ratusan buruh Kabupaten Bandung melakukan aksi demonstrasi di halaman Pemkab Bandung. Mereka menuntut kenaikan UMK 2022 sebesar 8 persen. (Ayobandung.com/Mildan Abdalloh)


Sementara itu, Ketua KSPSI Adang mengatakan, tuntutan kenaikan UMK sebesar 8 persen pada 2022 cukup rasional dibanding 0,9 persen sesuai PP 36/2021.

"Kalau naiknya Rp31.000, tidak rasional. Apalagi beban buruh selama pandemi ini juga meningkat, harus membeli masker yang harganya bisa lebih dari Rp2.000," ujarnya.

Baca Juga: Buruh Unjuk Rasa, Lalu Lintas Tersendat di Balai Kota Bandung

Ijudin mengancam, jika tuntutannya tidak direalisasikan, pihaknya akan membawa massa lebih banyak lagi.

"Jangan sampai buruh bisa melakukan hal tidak diinginkan. Kami santun, damai dan tertib. Segera rekomendasikan apa yang menjadi usulan kami. Kalau tidak, kami bisa berbuat lebih besar. Bisa mogok kerja," tutupnya. [*]

Baca Juga: Ribuan Buruh Turun ke Jalan, Minta Ngatiyana Naikan 10 Persen UMK Cimahi 2022

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMK Kabupaten Bandung 2022 Direkomendasikan Naik 10%

Sabtu, 27 November 2021 | 15:00 WIB

Pertama Kali, Fashion Show di Kebun Teh Pangalengan

Jumat, 26 November 2021 | 17:05 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 25 November 2021

Kamis, 25 November 2021 | 08:30 WIB

Pemadaman Listrik Hari Ini di Bandung 23 November 2021

Selasa, 23 November 2021 | 09:00 WIB

Pemerintah Desa Harus Awasi PPKM saat Libur Nataru

Senin, 22 November 2021 | 20:06 WIB
X