Buruh Unjuk Rasa, Lalu Lintas Tersendat di Balai Kota Bandung

- Selasa, 23 November 2021 | 14:16 WIB
Sejumlah buruh lakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung. Dalam orasinya, para buruh menuntut kenaikan UMK naik 10 persen. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Sejumlah buruh lakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung. Dalam orasinya, para buruh menuntut kenaikan UMK naik 10 persen. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM — Sejumlah buruh lakukan aksi unjuk rasa di Balai Kota Bandung pada Selasa, 23 November 2021. Dalam orasinya, para buruh menuntut kenaikan UMK naik 10 persen untuk tahun 2022.
 
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Bandung, Hermawan mengatakan, aksi yang terlaksana hari ini merupakan aksi pemanasan. 
 
Hermawan beserta 10 perwakilan dari DPC lain ingin menyampaikan dan memastikan agar kondisi yang dialami oleh para buruh bisa diperhatikan dengan serius oleh Wali Kota Bandung.  
 
"Kita meminta Wali Kota Bandung merekomendasikan upah untuk Kota Bandung tahun 2020 itu 10 persen pada kenaikan tahun yang lalu," ujar Hermawan disela-sela orasi pada Selasa, 23 November 2021.
 
Namun, Wali Kota Bandung tidak bisa menemui perwakilan, akibat sedang tidak berada di lokasi.
 
"Karena hari ini Pak Wali Kota enggak ada, kami akan diterima oleh Kabag Kesbangpol dan Kadisnaker, kami akan sampaikan aspirasi, berharap sudah ada sinyal sesuai permintaan kita," lanjutnya. 
 
Selain itu, Hermawan mengeklaim akan menggagas aksi yang lebih besar jika tidak ada tanggapan dari pihak Pemkot Bandung. 
 
"Kalau hari ini kita hanya 10 orang perserikatan, besok kita pastikan 100 orang per serikat, minimal besok 1.000 orang sudah ada di sini. tentu ini menjadi sinyal bagi Wali Kota Bandung kalau kami cinta kondusif, cinta Bandung, tapi kami lebih cinta kepada anggota kita," bebernya. 
 
Hermawan menganggap, kenaikan yang minim ini tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
 
"Kalau Wali kota Bandung peduli sama buruh masa naik cuman Rp.30 ribu cukup buat apa, masker aja sudah berapa sekarang harganya," lanjutnya. 
 
 
Hermawan berharap Wali Kota Bandung bisa objektif untuk menanggapi situasi yang saat ini sedang dialami oleh para buruh.  
 
Selain itu, Hermawan menekankan jika tuntutan para buruh ini tidak terealisasi, pihaknya akan menggelar aksi yang menurutnya bisa melumpuhkan Kota Bandung
 
"Tentu kami akan all out pada 25 Desember, kami akan lumpuhkan Kota Bandung seluruh buruh di Kota Bandung akan turun ke jalan bersama-sama. Apalagi ada pesta menunggu keputusan dari Mahkamah konsusti ini ada dua momentum jadi saya pikir karena ini menyangkut perut buruh," pungkasnya.
 
 
Berdasarkan pantauan Ayobandung.com di lapangan, aksi ini membuat arus lalu lintas di sekitar Balai Kota mengalami kemacetan
 
Selain itu, massa juga sempat melakukan aksi blokade jalan di dekat akses masuk pintu utama Balai Kota. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X