PKL: Berjualan di Atas Teras Cihampelas Sepi Pembeli

- Senin, 22 November 2021 | 13:06 WIB
Rencana reaktivasi Teras Cihampelas. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Rencana reaktivasi Teras Cihampelas. (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
COBLONG, AYOBANDUNG.COM -- Skywalk atau Teras Cihampelas menjadi salah satu megaproyek yang dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. 
 
Selain bertujuan untuk menjadi destinasi wisata, Teras Cihampelas juga diproyeksikan untuk menata pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sepanjang trotoar Jalan Cihampelas. 
 
Teras Cihampelas yang memiliki panjang 450 meter dan pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp43 miliar ini diklaim sebagai pedestrian terpanjang di Indonesia saat itu dengan konstruksi melayang (skywalk). Teras Cihampelas dibangun oleh Wali Kota pada saat itu, Ridwan Kamil.
 
 
Meski begitu, Teras Cihampelas mati suri ketika pandemi Covid-19 melanda. Dengan diberlakukannya PPKM, Teras Cihampelas terpaksa ditutup guna menekan penyebaran Covid-19. 
 
Sebanyak 192 PKL terpaksa harus menutup lapak dagangannya akibat sepi pengunjung. Bahkan, beberapa di antaranya harus kembali berjualan di pinggir jalan untuk melanjutkan keberlangsungan hidup. 
 
Dua tahun berlalu, kini Pemkot Bandung kembali membuka Teras Cihampelas seiring menurunnya penyebaran kasus Covid-19. 
 
 
Pengurus Koperasi PKL Teras Cihampelas Kiki Amaluki menerangkan, upaya dari Pemkot untuk mengaktivasi kembali Teras Cihampelas tidak akan banyak membantu para PKL kembali berjualan di tempat tersebut.
 
Menurutnya, dengan banyaknya PKL yang masih berjualan di pinggir jalan membuat event apapun akan sulit dikembangkan di Teras Cihampelas.
 
“Siapa yang menjamin itu (event) berhasil membantu kami (para PKL), karena yang kami butuhkan bukan sekedar itu (event). Yang kami inginkan Pemerintah tegas dan konsisten terhadap kebijakannya, terutama terhadap PKL yang sekarang berjualan lagi di trotoar. Itu bukan dari kami, tapi gak ada tindakan,” ucapnya, Senin, 22 November 2021.
 
Menurutnya, Pemkot Bandung harus konsisten terhadap kebijakan yang diputuskan pada akhir 2016 lalu, yaitu Teras Cihampelas dibangun untuk pedestarian sekaligus penataan PKL di jalan Cihampelas.
 
 
“Jadi sebaiknya fokus (ke tujuan awal) dulu itu. Artinya komitmen awal pun, kalau ada PKL berjualan di bawah, harus ditindak. Kalau itu tidak dilakukan, saya jamin, seribu persen event itu ini pun tidak akan banyak membantu kami. Bukan menampik, tapi kami hanya mengingatkan, itu saja,” ungkapnya. 
 
Kiki juga mengaku, bahwa teman-temannya ini senantiasa turut mengikuti keinginan dari Pemkot Bandung untuk tetap berjualan di kawasan Teras Cihampelas. Namun, lanjut dia, dengan minimnya fasilitas di sana, banyak PKL yang kembali berjualan di pinggir jalan.
 
“Kami ini sudah berusaha mengikuti keinginan Pemkot, bertahan di atas. Tetapi apa yang terjadi, pengunjung sepi, teman-teman akhirnya beberapa memutuskan kembali berjualan di bawah (dipinggir jalan), karena ternyata ada yang jualan kembali di bawah tetapi bukan dari kami,” ucapnya. 
 
“Kita masih nurut lah sama Pemkot, meski saya akui kami pun terkadang kucing kucingan berjualan di bawah (trotoar). Tapi ini bukan tanpa alasan, karena memang kami butuh makan. Di atas tidak ada pembeli, dan dibawah malah ada yang jualan lagi selain dari yang 192 orang,” tambahnya. 
 
Kiki menambahkan, berbagai upaya yang dilakukan Dinas terkait mulai dari dialog, diskusi hingga konsep yang digagas tidak berjalan sesuai harapan. 
 
Bahkan, Kiki menuturkan kondisi para PKL di Teras Cihampelas sejak adanya Pandemi Covid-19 semakin terpuruk sebab dikawasan tersebut tidak digunakan kembali.
 
“Banyak fasilitas di atas yang rusak, kondisinya kumuh, kios kios pedagang banyak yang hancur dan tidak layak digunakan. Ini semakin tidak keruan. Di atas ga bisa jualan, dibawah begitu pula. Pokonya selama pandemi, kami benar benar hancur,” ujarnya.
 
Pada Sabtu, 20 November 2021 lalu Pemkot Bandung mengadakan event bertajuk Ruang Riung guna menarik kembali minat pengunjung dan pedagang untuk menghidupkan kembali Teras Cihampelas. 
 
 
Namun, menurut Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, upaya tersebut masih belum maksimal. Pasalnya, dari 192 PKL yang ada, hanya sekitar 40 pedagang yang saat ini sudah berjualan kembali di Teras Cihampelas.
 
"Tentunya itu tidak gampang untuk mengajak mereka memulai lagi untuk berdagang di sini," ucap Yana, Sabtu 20 November 2021.
 

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Segini Tarif Tol Cisumdawu Setelah Gratis Dua Pekan

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:44 WIB

Update Omicron Kota Bandung, 80 Kontak Erat Dites PCR

Senin, 24 Januari 2022 | 13:17 WIB

Kasus 6 Omicron Bandung Tersebar, Ini Update Terbaru

Senin, 24 Januari 2022 | 13:09 WIB
X