Gusur Puluhan Rumah Warga Anyer Dalam Bandung, PT KAI Dinilai Zalim

- Senin, 22 November 2021 | 11:14 WIB
Jalan Anyer Dalam, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, oleh PT KAI. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Jalan Anyer Dalam, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, oleh PT KAI. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)



BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengecam tindakan PT KAI yang melakukan penggusuran rumah di Jalan Anyer Dalam, Kelurahan Kebon Waru, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

Ono menilai PT KAI seharusnya mengedepankan aspek kemanusiaan dan cara-cara humanis dalam melakukan eksekusi mengingat warga sudah puluhan tahun tinggal di lokasi tersebut.

Ono mengaku telah melihat langsung lokasi rumah-rumah warga yang dibongkar oleh PT KAI pada Minggu 21 November 2021 kemarin.

Baca Juga: Tak Masuk Daftar Pembongkaran Anyer Dalam, Satu Rumah Tergerus Alat Berat

"PT KAI tidak menggunakan standar-standar kemanusiaan dalam melakukan eksekusi lahan, Bahkan surat pemberitahuan disampaikan hanya sehari sebelum pembongkaran. Lebih parahnya PT KAI bertindak represif dengan melibatkan 1.000 Polisi Khusus KA," kata Ono, Senin, 22 November 2021.

Saat dikunjungi, kata Ono, sebagian warga mengungsi ke masjid sebagian lagi ke rumah sanak familinya. Sejumlah perabot rumah tangga terlihat berserakan di jalan-jalan bekas permukiman warga.

Sejauh mata memandang terlihat tumpukan material bangunan sisa eksekusi yang dibiarkan menumpuk.

Ono mengungkapkan keprihatinannya terlebih menurut keterangan warga sempat ada oknum yang melakukan kekerasan hingga warga terluka.

Tak hanya itu, kata Ono, warga juga mengeluhkan tindakan petugas yang membawa barang-barang milik warga dengan alasan diamankan.

"Kalau diamankan itu harus ada persetujuan, tapi kalau barang warga dibawa entah kemana itu sama saja rampok. Saya katakan PT KAI itu zalim karena bertindak sewenang-wenang. Ingat, Indonesia adalah negara hukum," tegasnya.

Kepada warga korban penggusuran Ono mengatakan akan memberikan bantuan advokasi hukum terkait perampasan barang. Selain itu, ia juga meminta warga agar solid dan kompak.

Baca Juga: Isak Tangis Warga Iringi Pembongkaran Bangunan di Jalan Anyer Dalam

"Informasi dari warga tidak ada satupun perwakilan Pemerintah Daerah yang hadir. Jangan sampai ada anggapan konflik antara warga dengan PT KAI sengaja dibiarkan. Saya minta PT KAI untuk bertanggung jawab," ujarnya.

Ono meminta DPRD Kota dan Provinsi mengundang secara khusus PT KAI dan duduk bersama mencari solusi.

"Kami juga akan laporkan juga ke Komisi di DPR RI yang terkait dengan BUMN untuk segera menyikapi PT KAI. Terlebih penggusuran ini dilakukan untuk membangun sebuah pusat bisnis. Ini dzolim manakala membangun pusat bisnis ini menyengsarakan rakyat yang sudah berpuluh puluh tahun tinggal di lokasi tersebut," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ono yang didampingi juga oleh anggota DPR RI Junico Siahaan dan DPRD Jabar Yunandar Eka Perwira meninjau dapur umum ala kadarnya yang dibuat warga di pelataran sebuah masjid.

"Sebagai bentuk keprihatinan, kami memberikan bantuan untuk dapur umum Rp10juta," kata Ono.

Sementara itu, wakil Ketua DPRD Kota Bandung Achmad Nugraha mengatakan pihaknya telah berupaya memanggil PT KAI terkait penggusuran rumah warga Jalan Anyer Dalam. Namun, menurut dia, selama ini PT KAI tak kooperatif dan tak pernah memenuhi undangan.

Baca Juga: Info Daftar Vaksin Online Bandung November 2021 UPDATE: Sinovac, Pfizer, Moderna, Astrazeneca

Selain itu, Achmad meminta agar PT KAI memberikan uang kerahiman atau ganti untung yang layak kepada warga.

"Uang kerahiman ini tentu harus layak sehingga dapat digunakan untuk mencari tempat tinggal. Setidaknya sebagai warga negara mendapatkan perlindungan dari Pemkot," ujarnya.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komisi D DPRD Kota Bandung Minta Disdik Evaluasi PTM

Jumat, 28 Januari 2022 | 14:23 WIB

Kota Bandung Targetkan Tak Ada Kabel Menjuntai 2023

Jumat, 28 Januari 2022 | 13:44 WIB

Ini Alasan Kajati Jabar Tetap Tuntut HW Hukuman Mati

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:11 WIB

Ketua Umum Minta Maaf Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh

Kamis, 27 Januari 2022 | 22:37 WIB

Ini Kata PDIP Soal Desakan Pecat Arteria Dahlan

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:44 WIB

Aksi Demo Ormas GMBI Berujung Ricuh di Polda Jabar

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB
X