8 Banjir Besar yang Pernah Terjadi di Cikapundung

- Jumat, 19 November 2021 | 16:54 WIB
Pemberitaan koran Belanda Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode tanggal 29 November 1952 tentang banjir Cikapundung. Dalam berita disebutkan rumah-rumah di Babakan Ciamis terendam air yang meluap dari Sungai Cikapundung. (AID Preanger Studio)
Pemberitaan koran Belanda Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode tanggal 29 November 1952 tentang banjir Cikapundung. Dalam berita disebutkan rumah-rumah di Babakan Ciamis terendam air yang meluap dari Sungai Cikapundung. (AID Preanger Studio)

Rumah-rumah yang terendam terletak di Babakan Ciamis (antara Jalan Wastukancana dan Pabrik Kina), Cibantar (antara Banceuy dan Braga) serta Pangarang yang terletak di belakang Hotel Savoy Homann.

Air meninggi setengah meter kurang dari sejam. Banjir terjadi malam hari setelah hujan mengguyur siang harinya. Keesokan harinya, banjir surut, tapi Jalan Kebon Sirih ditutup lantaran tertutup lumpur sampai setengah meteran.

Baca Juga: Ngabbar: Hiburan Kreatif dan Sosialisasi Program di Cikapundung

Banjir Sungai Cikapundung yang tak Tercatat

Tak semua banjir Cikapundung terlaporkan. Selain itu, koran Belanda hanya melaporkan, banjir Cikapundung menyebabkan kerugian materi. Sementara korban jiwa tak pernah disebut-sebut.

Adanya korban jiwa dalam banjir Cikapundung disebutkan oleh John RW Smail dalam buku Bandung Awal Revolusi 1945-1946. Tanggal 24 November 1945 malam, para pemuda Bandung di bawah komando Aruji Kartawinata (Komandan Tentara Keamanan Rakyat Divisi Ketiga (Priangan)), melakukan serangan terbuka terhadap tentara Inggris dan Belanda. Mereka berhasil merebut Andir, meski tak lama.

Serangan balasan tiba 25 November 1945 malam. Sialnya, serangan balasan bersamaan dengan meluapnya Sungai Cikapundung. Banjir menghancurkan 500 rumah dan menelan lebih dari 200 korban jiwa.

Baca Juga: Setelah Hujan, Warga Temukan Ular Piton di Sungai Cikapundung

Situasi diperparah oleh serangan Gurkha. Mereka menembaki orang-orang yang sedang menyelamatkan diri atau menolong orang lain dari banjir. John RW Smail tampaknya tak membaca cukup koran sehingga menyebutkan bahwa banjir 25 November itu adalah satu-satunya banjir yang terjadi sepanjang sejarah Sungai Cikapundung.

Banjir Cikapundung juga sempat merusak mesin percetakan koran harian Soeara Merdeka.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Kondisi Terkini 6 Pasien Omicron Kota Bandung

Kamis, 20 Januari 2022 | 07:00 WIB

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 20 Januari 2022

Kamis, 20 Januari 2022 | 05:00 WIB

Usia Waduk Saguling di Ujung Tanduk Ini Penyebabnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 19:15 WIB
X