8 Banjir Besar yang Pernah Terjadi di Cikapundung

- Jumat, 19 November 2021 | 16:54 WIB
Pemberitaan koran Belanda Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode tanggal 29 November 1952 tentang banjir Cikapundung. Dalam berita disebutkan rumah-rumah di Babakan Ciamis terendam air yang meluap dari Sungai Cikapundung. (AID Preanger Studio)
Pemberitaan koran Belanda Algemeen Indisch dagblad: de Preangerbode tanggal 29 November 1952 tentang banjir Cikapundung. Dalam berita disebutkan rumah-rumah di Babakan Ciamis terendam air yang meluap dari Sungai Cikapundung. (AID Preanger Studio)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM – Orang Bandung sekarang mungkin tak percaya kalau Sungai Cikapundung bisa banjir. Padahal dulu, banjir Cikapundung bisa merendam perkampungan dan menutup jalan.

Banjir Cikapundung juga jadi agenda rutin, meski tidak datang setiap musim hujan. Mula-mula 3 tahun sekali, 4 tahun sekali, 8 tahun sekali, 16 tahun sekali sampai tidak pernah lagi terdengar banjir beneran.

Untuk mengatasi banjir, pemerintah sempat menyusun berbagai rencana. Ternyata rencananya memang tak usah dijalankan. Toh di beberapa tempat, airnya sudah tidak memadai untuk membawa hanyut sampah alakadarnya dan merendam bebatuan sungai.

Baca Juga: Surga Barang Antik Bandung: Pasar Antik Cikapundung yang Mulai Lesu

Berikut banjir Cikapundung yang diberitakan koran dan berhasil didata:

1. De Locomotief, 21 November 1898: Hujan yang turun di pegunungan tetangga (Bandung) seperti air yang ditumpahkan dari langit. Desa Lengkong yang berada di tepi Cikapundung terendam air. Sejauh ini, berita ini masih merupakan berita pertama tentang banjir Cikapundung yang berhasil ditemukan.

2. Bataviaasch Nieuwsblad, 24 Februari 1916: Hujan deras di bagian hulu Sungai Cikapundung menyebabkan gangguan terhadap pembangkit listrik di perusahaan listrik NV Cultuur Maatschappij Tjikapoendoeng. Kampung Pangeran Pondok terendam dan jembatan di Kampung (Kebon?) Sirih juga terseret arus air.

3. Bataviaasch Nieuwsblad, 13 April 1920: Koran ini mengambil berita telegram dari Kantor Berita Aneta (Algemeen Nieuws en Telegraaf Agentschap) mengenai banjir di Cikapundung. Banjir melanda penerbit dan percetakan NV Mij. Vorkink di Groote Postweg (Jalan Asia Afrika 54). Vorkink belakangan menjual majalah dan buku Akibatnya, koran Preangerbode yang dicetak di Vorkink tidak terbit.

Baca Juga: Tim Gober Temukan Granat Nanas di Sungai Cikapundung

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Artikel Terkait

Terkini

9.000 ODHA Belum Terdata Dinkes Kota Bandung

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:41 WIB

UMK Kabupaten Bandung 2022 Tidak Naik!

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:54 WIB
X