Pasar Sabtu Gununghalu Ambruk, Ratusan Pemilik Kios Terancam Tak Bisa Dagang

- Jumat, 19 November 2021 | 14:29 WIB
Kios Pasar Sabtu Gununghalu ambruk karena hujan deras, Kamis, 18 November 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Kios Pasar Sabtu Gununghalu ambruk karena hujan deras, Kamis, 18 November 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan pemilik kios di Pasar Sabtu, Kampung Pasirjaya RT 02 RW 17, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam tak bisa berdagang usai bangunan Pasar Sabtu Gununghalu ambruk diterjang hujan angin, Kamis 18 November 2021 kemarin.

Hingga saat ini, langkah renovasi maupun relokasi terhadap jongko para pedagang belum diputuskan. Pasalnya, pihak desa tak memiliki anggaran untuk menyediakan jongko baru yang bisa dipakai besok.

"Operasi pasar kan besok. Kita gak punya anggarannya untuk buat 100 meja dan terpal. Apalagi mesti jadi besok," papar Kepala Desa Gununghalu Isep Heriatna, Jumat 19 November 2021.

Baca Juga: Harga Cabai dan Minyak Goreng di Bandung Barat Melambung, Ternyata Ini Penyebabnya

Diketahui, Pasar Sabtu, di Kampung Pasirjaya RT 02 RW 17, Desa Gununghalu, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandunh Barat (KBB), porak-poranda usai diterjang hujan angin, pada Kamis 18 November 2021, sekira pukul 14:30 WIB.

Isep mengatakan, tidak ada korban jiwa atau yang terluka akibat peristiwa tersebut karena pada saat kejadian kondisi pasar sedang sepi. Namun dia memastikan jika aktivitas berjualan para pedagang pada Sabtu 20 November 2021 besok lumpuh, dikarenakan proses perbaikan memerlukan waktu lama.

"Mungkin bisa sebagain ditampung di area lain. Tapi paling cuma 50 pedagang," paparnya.

Baik pedagang maupun aparat desa saat ini belum bisa melakukan kerja bakti perbaikan pasar. Pasalnya, aparat kepolisian masih melakukan penyidikan terkait penyebab pasti bangunan itu roboh.

"Walau besok jadwal pasar operasi. Kita gak bisa apa-apa karena TKP dalam penyidikan aparat keamanan. Kalau udah ada instruksi boleh, baru kita kerjabakti," tuturnya.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X