Harga Cabai dan Minyak Goreng di Bandung Barat Melambung, Ternyata Ini Penyebabnya

- Jumat, 19 November 2021 | 13:18 WIB
Harga cabai dan minyak goreng di Bandung Barat melambung. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
Harga cabai dan minyak goreng di Bandung Barat melambung. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami kenaikan. Menurut pantauan Ayobandung.com di beberapa pasar, komoditi yang meroket adalah cabai keriting, cabai tanjung, dan minyak goreng.

Harga cabai keriting menyentuh angka Rp50.000 per kilogram. Harga cabai tanjung kini mencapai Rp55.000-Rp60.000 per kilogram. Padahal harga normal hanya Rp30.000. Sedangkan harga minyak goreng melonjak di pasaran Rp19.000 per liter.

Harga tersebut berdasarkan hasil pengamatan Dinas Perdagangan Bandung Barat di 7 pasar yaitu Pasar Tagog Padalarang, Pasar Curug Agung, Pasar Cisarua, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cililin, Pasar Batujajar, dan Pasar Sindangkerta.

Baca Juga: Harga Sayuran di Cimahi Meroket: Dipicu Faktor Cuaca Ekstrem, Cabai Jadi Mahal

"Dari tujuh pasar di KBB, memang cabai dan minyak ini terus melonjak sejak sepekan terakhir," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) KBB, Ricky Riyadi, Jumat 19 November 2021.

Menurut Ricky, penyebab kenaikan harga minyak di Bandung Barat tak terlepas akibat kenaikan harga kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dunia. Pasalnya, harga CPO dunia jadi salah satu variabel penentu besaran harga minyak goreng turut menaikkan harga bahan baku secara signifikan.

"Ada peningkatan harga CPO dunia, selain itu ada peningkatan kebutuhan CPO untuk sektor industri," papar Ricky.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Curah Hari Ini Terus Merangkak Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Sedangkan penyebab kenaikan harga cabai, diduga akibat faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Indonesia sejak sepekan terakhir. Kondisi ini tentu mempengaruhi hasil panen di beberapa daerah.

Untuk wilayah Bandung Barat, Disperindag telah memberi rekomendasi kepada Dinas Pertanian agar hasil panen tidak dijual dulu ke luar daerah. Namun fokus diedarkan di KBB, agar stok tetap terjaga.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Cegah Bullying, Guru Harus Intens Awasi Siswa di Sekolah

Selasa, 29 November 2022 | 16:54 WIB
X