Cerita Anak Petani Jadi Orang Paling Berpengaruh di Dunia: Hampir Frustasi Sampai Mau Berhenti Kuliah

- Kamis, 18 November 2021 | 20:12 WIB
Ini cerita anak petani jadi orang paling berpengaruh di dunia, Suyanto, yang hampir frustasi sampai mau berhenti kuliah. (Ayobandung.com/Mildan Dasamuka)
Ini cerita anak petani jadi orang paling berpengaruh di dunia, Suyanto, yang hampir frustasi sampai mau berhenti kuliah. (Ayobandung.com/Mildan Dasamuka)

Ini cerita anak petani jadi orang paling berpengaruh di dunia, yang hampir frustasi sampai mau berhenti kuliah.

DAYEUHKOLOT, AYOBANDUNG.COM — Suyanto, menjadi  salah satu dari 58 ilmuwan paling berpengaruh di dunia oleh Stanford University dan Elsevier BV pada pertengahan 2021. Namun, perjuangan tersebut tidaklah mudah, bahkan sampai mau berhenti kuliah.

Pertengahan 90-an, Suyanto beres menyelesaikan pendidikan SMA di Jombang, Jawa Timur yang kemudian melanjutkan pendidikan di STT Telkom (Sekarang Telkom University).

Fakultas informatika dipilihnya, alasannya, pada waktu itu hanya terdapat 3 fakultas, informatika, industri dan elektro.

"Kebetulan saya tidak suka elektro dan industri. Bisa dibilang asal pilih ketika masuk informatika," ujar Suyanto, kepada Ayobandung.com beberapa waktu lalu.

Pada mulanya, ayah 5 anak tersebut tidak begitu mengetahui informatika. Sehingga di awal perkuliahan, dia sempat hampir frustasi karena pilihannya dianggap tidak tepat.

"Semester 1 dan 2 benar-benar kesusahan. IPK sangat kecil, hanya 2,5. Sulit mendapat nilai A. Hampir frustasi dan hampir keluar untuk pindah kuliah," ujarnya.

Memasuki semester 3, Suyanto masih bertahan. Kali ini dia berkenalan dengan mata pelajaran artificial intelligence (AI). Passion-nya ternyata ditemukan pada mata kuliah kecerdasan buatan ini.

Sejak itu, dia tergila-gila dengan AI. Semangatnya untuk terus belajar kembali tumbuh, bahkan dari semula sulit mendapat nilai A, berubah menjadi sulit mendapat nilai selain A.

Hingga akhirnya Suyanto menjadi orang pertama yang lulus dari seluruh angkatannya di Fakultas Informatika pada 1998.

"Memang harus ketemu dulu dengan passion," ujarnya.

Bahkan dia menjadi asisten dosen di laboratorium untuk mengacar pengodean sejak masih berstatus mahasiswa. Pada 1998 dia sempat bekerja di Jakarta, namun kembali ke Bandung dan mendaftar sebagai asisten dosen di Perguruan Tinggi tempatnya berkenalan dengan AI.

Sampai akhirnya dia diangkat menjadi dosen tetap. Penelitian terus dilakukan, salah satunya adalah mengenai video dan AI. 

Baca Juga: Perjalanan Suyanto, Anak Petani yang Menjadi Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Sebanyak 93 karya ilmiah dibuatnya hingga sekarang. Tidak hanya itu, Suyanto juga menjadi pemilik sejumlah paten hasil dari penelitiannya selama ini.

Machine learning yang sedang dikembangkan oleh dirinya saat ini mengantarkannya menjadi ilmuwan paling berpengaruh di dunia.

Machine learning tersebut adalah mengenali data dari video yang diunggah di internet, khususunya yang berbahasa Indoensia. Sehingga, bisa diketahui isi yang dibahas dalam video tersebut tanpa harus menontonya.

Menurut Suyanto, prinsipnya adalah melakukan penambangan data video dari internet, kemudian komputer akan menyimpulkan bahasan dalam video di internet tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Suyanto akan berpengaruh besar di kemudian hari.

Dengan mengetahui isi dari miliaran video di internet tanpa harus menontonnya, maka bisa mengetahui yang dibutuhkan masyarakat setelah data diolah.

Salah satu contohnya adalah perusahaan akan dimudahkan mengeluarkan sebuah produk ketika mengetahui yang dibutuhkan oleh sebagian besar konsumen, melalui video yang diunggah oleh masyarakat di internet.

Namun, video learning yang sedang diteliti oleh Suyanto, masih dalam tahap pengembangan dan diperkirakan akan bisa digunakan dalam 5 sampai 10 tahun kedepan.

"Riset masih tahap awal, baru mengembangkan tahun lalu audio visoal menganli suara dari video, masih pengembangan di basic riset, masih cukup panjang 5-10 tahun kedepan baru akan jadi," ujarnya.

Namun, berkat penelitian yang dilakukannya, Suyanto berhasil sebagai anak petani jadi orang paling berpengaruh di dunia. Meskipun ia hampir frustasi sampai sempat mau berhenti kuliah. [*]

Baca Juga: Cerita Anak Petani Jadi Orang Paling Berpengaruh di Dunia: Memilih Jadi Dosen Dibanding Bekerja di Perusahaan

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jalan Ali Sadikin Diusulkan Jadi Nama Tol Cisumdawu

Selasa, 25 Januari 2022 | 10:37 WIB

Perbedaan SPBU, Pertashop, dan Pertamini

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:59 WIB
X