Masih Dalam Proses Hukum, Warga Sesalkan Pembongkaran Bangunan di Jalan Anyer Dalam

- Kamis, 18 November 2021 | 15:54 WIB
Warga enyesalkan arogansi PT KAI terkait pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam. Mengingat masih dalam proses sidang di Pengadilan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Warga enyesalkan arogansi PT KAI terkait pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam. Mengingat masih dalam proses sidang di Pengadilan. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
BATUNUNGGAL, AYOBANDUNG.COM -- Kuasa hukum warga Jalan Anyer Dalam Tarid Febriana sesalkan sikap arogansi yang dilakukan Perseroan Terbatas Kereta Api Indonesia (PT KAI) terhadap warga.
 
Menurut Tarid, pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam yang dibantu alat berat ini dinilai termasuk sikap arogansi. Mengingat, saat ini masih dalam proses sidang di Pengadilan Negeri Bandung.
 
"Ini sebenarnya gugatan masih berlanjut, ini sudah sikap arogansi dari PT KAI, mereka sudah tahu kalau ini sedang dalam gugatan, tapi tetap dilakukan pembongkaran paksa seperti ini," ujar Tarid, saat ditemui di Jalan Anyer pada Kamis, 18 November 2021.
 
 
Tarid mengungkapkan, jika sudah masuk ke dalam proses hukum kewenangan sepenuhnya ada di pihak pengadilan. 
 
"Kalau sudah masuk gugatan, itu kan berarti kewenangannya ada di pengadilan, objek ini sudah menjadi sengketa, tidak boleh dilakukan tindakan seperti ini, karena ini sudah termasuk penghilangan objek perkara," tegasnya.
 
Tarid menuturkan, akan terus melakukan gugatan dengan terus memperjuangkan hak-hak warga Jalan Anyer Dalam terutama hak ganti rugi yang dinilai tidak sesuai. 
 
"Dari warga masih akan terus melakukan gugatan, karena kita memperjuangkan hak-hak warga, terutama soal ganti ruginya, kita masih lanjutkan gugatan," kata Tarid.
 
Ia mengungkapkan bahwa saat ini warga Jalan Anyer Dalam hanya mengakui soal bangunan yang dimiliki. 
 
"Warga tidak mengakui soal tanah, yang mereka akui hanya bangunan saja. Tapi, warga berhak menanyakan tanah ini milik PT KAI atau bukan, kalau memang sudah terbukti lanjut ke persoalan ganti rugi," ucapnya. 
 
 
Perlu diketahui, untuk proses sidang menurut Tarid sidang terakhir digelar pada 3 November 2021 lalu. Sementara untuk pembacaan gugatan, kata dia akan diputuskan pada 2 Desember 2021.
 
"Setelah itu jawab menjawab, baru agenda pembuktian, jadi prosesnya masih panjang," katanya.
 
Pihaknya mengungkapkan bahwa isi gugatan warga adalah meminta PT KAI membuktikan soal kepemilikannya atas tanah Jalan Anyer Dalam, Kota Bandung.
 
"Kalaupun bisa membuktikan, kita minta ganti rugi yang layak berdasarkan undang-undang nomor 2 tahun 2021," katanya. 
 
"Kalau setuju berarti sudah deal, kalau tidak setuju masih bisa nego ulang sampai selesai, setelah itu baru dilakukan pembongkaran," tambahnya.
 
Tarid menjelaskan bahwa ganti rugi yang diajukan oleh PT KAI dinilai kecil. Kata dia, Rp200.000 untuk semi permanen dan Rp250.000 untuk bangunan permanen.
 
"Masih segitu, bahasa mereka itukan ongkos bongkar, sedangkan ongkos bongkar itu dari mana yang mengaturnya yang kita tahu ganti rugi," jelasnya.
 
Menurutnya, pihak warga menginginkan minimal sesuai Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bangunan yang ada di Jalan Anyer Dalam, Kota Bandung.
 
"Harapan ganti rugi minimal sesuai NJOP bangunan di sini, dari Rp1 juta sampai Rp2 juta. Nanti berdasarkan putusan hakim ditentukan nominal yang pantas untuk ganti rugi itu berapa, jadi dasarnya harus putusan hakim," pungkasnya.
 
Diberitakan sebelumnya, PT KAI membenarkan adanya pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam pada hari Kamis, 18 November 2021.
 
 
Humas PT KAI Daop II Kuswardoyo membenarkan pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam yang berada di lahan PT KAI ini. Selain itu, menurutnya pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam ini sudah tidak ada masalah bahkan petugas gabungan membantu warga dalam proses pemindahan barang. 
 
"Ya, sebenarnya sudah tidak ada masalah dan mereka sudah melalukan pemindahan barang, dinaikin ke truk," ujar Kuswardoyo saat dihubungi pada saat pembongkaran. 
 
Kuswardoyo menjelaskan, bahwa pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam, Kecamatan Batununggal ini sudah dipahami warga bahwa tanah tersebut milik PT KAI. Bahkan kata dia, pihaknya sudah menyiapkan truk untuk pemindahan barang.
 
"Mereka sudah paham, memang ini lahan PT KAI, ada yang kami bantu menggotongnya ada yang sendiri, tapi kita siapkan truknya untuk mereka mau ke mana pindahkan barang-barangnya," katanya.
 
Terkait gugatan di pengadilan yang masih belum selesai, pihaknya menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan hak yang merasa memiliki tanah tersebut.
 
"Terkait gugatan itu ceritanya beda lagi, kami selalu membuka kesempatan kepada siapa saja yang merasa memiliki hak, silakan kalau mereka mau melakukan gugatan, itu masih berjalan silakan saja tidak menjadi masalah," pungkasnya.
 
 
Pantauan Ayobandung.com di lapangan, pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam sempat diwarnai dengan adu mulut antara warga dan petugas. 
 
Isak tangis serta teriakan emosi terdengar mengiringi pembongkaran bangunan di Jalan Anyer Dalam. Anak-anak juga turut menyaksikan pembongkaran dengan berbagai macam reaksi. 

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X