Pembangunan Rumah Deret Tamansari Diproyeksi Rampung Akhir Desember

- Rabu, 17 November 2021 | 16:07 WIB
Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan rumah deret Tamansari selesai pada akhir Desember mendatang. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan rumah deret Tamansari selesai pada akhir Desember mendatang. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
 
BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM — Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan rumah deret Tamansari selesai pada akhir Desember mendatang.
 
Saat ini, pembangunan rumah deret Tamansari telah mencapai 59 persen.
 
"Insyaallah pada 28 Desember mendatang pembangunannya sudah selesai. Mudah-mudahan sebanyak 132 unit bisa segera ditempati warga," ujar Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di sela-sela peninjauan pembangunan rumah deret Tamansari, Selasa 16 November 2021.
 
Yana mengatakan, pembangunan rumah deret Tamansari sudah sesuai dengan harapannya. Pengerjaannya juga sudah sesuai rencana.
 
"Mudah-mudahan ini bisa segera ditempati," tuturnya.
 
Menurut Yana, rumah deret Tamansari cukup memberikan fasilitas yang baik bagi warga. Khususnya bagi warga lama, bisa menempati rumah deret selama 5 tahun dengan gratis. 
 
Di tahun selanjutnya, kata Yana, warga hanya membayar sebesar 50 persen dari uang sewa yang ditetapkan.
 
"Mudah-mudahan kalau sudah jadi dan ditempati, warga yang lainnya bisa tertarik untuk menempatinya juga," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung, Dadang Darmawan memastikan, kualitas pembangunan rumah derat sudah sesuai dengan perencanaan. Tak hanya itu, pengerjaannya juga tepat waktu. 
 
"Target minggu ke-6 itu 56 persen, tapi pengembang melampauinya yaitu mencapai 56,05 persen. Saat ini sudah 59 persen," ungkapnya.
 
Padahal,  menurutnya, pembangunan rumah deret ini cukup terkendala dengan cuaca. Namun pengembang bisa mengerjakannya dengan baik.
 
"Kita hanya meminta agar barang-barang yang ada di luar dibereskan," ucapnya.
 
 
Sempat Terjadi Sengketa Antara Pemkot dan Warga
Pemerintah Kota Bandung menargetkan pembangunan rumah deret Tamansari selesai pada akhir Desember mendatang. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
Warga RW 11 Tamansari, Kota Bandung, kembali melayangkan gugatan terhadap Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kota Bandung untuk menolak izin lingkungan pembangunan rumah deret di kawasan Tamansari.
 
Gugatan tersebut diajukan setelah Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan (DPKP3) dinyatakan sah mendapat izin lingkungan pembangunan rumah deret, Rabu, 31 Juli 2021. Gugatan masuk di hari yang sama selang beberapa saat setelah keputusan PTUN disahkan.
 
Pengacara Lembaga Bantuan Hukum Bandung sekaligus kuasa hukum warga Tamansari, Rifki Zulfikar, menuturkan, subsatansi gugatan baru yang dilayangkan pihaknya masih tetap sama dengan isi gugatan sebelumnya.
 
"Substansinya tetap sama tentang pemberian izin kepada DPKP3 untuk mengerjakan pembangunan rumah deret di Tamansari," katanya, Kamis, 1 Juli 2019 siang.
 
Dia menilai izin yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung menyalahi aturan.
 
Secara substansial, Rifki pun kukuh berpendapat bahwa izin yang dikeluarkan tidak sesuai dengan UU Lingkungan Hidup dan peraturan pemerintah tentang izin lingkungan.
 
"Kami menggugat karena izin tersebut menyalahi aturan. Izin tersebut sudah melanggar asas pemerintahan yang baik. Dan juga secara prosedural izin itu menimbulkan dampak yang buruk bagi warga yang masih tinggal di wilayah Tamansari," jelasnya.
 
Selain terkait izin, keberatan juga dilayangkan lantaran sikap pemerintah yang dinilai merugikan masyarakat.
 
Salah seorang warga RT 07 RW 11, Sutarno, menuturkan, proses pembangunan rumah deret Tamansari tidak didahului sosialisasi dan kerap diwarnai intimidasi terhadap warga Tamansari.
 
"Rumah saya dirusak waktu saya berobat di rumah sakit. Enggak tau siapa yang merusak. Warga gak ada yang tau. Sekarang saya tinggal di rumah saudara atau anak saya karena sudah enggak punya tempat tinggal. Kami merasa disengsarakan," ujarn Sutarno. [*]
 

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X