SMKN 9 Bandung Akan Gelar Study Tour, Kadisdik Jabar: Tanpa Izin Bisa Disanksi

- Rabu, 17 November 2021 | 14:17 WIB
SMKN 9 Bandung berencana menggelar study tour. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
SMKN 9 Bandung berencana menggelar study tour. (Ayobandung.com/Muslim Yanuar Putra)
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat Dedi Supandi menegaskan, sekolah yang berencana melakukan study tour atau karyawisata harus mendapatkan izin dari Disdik Jawa Barat. Jika ada sekolah yang tetap memberangkatkan siswanya tanpa mengantongi izin, kata dia, maka dipastikan akan dikenai sanksi. 
 
Hingga saat ini, lanjut Dedi, Disdik Jawa Barat belum menerima satu pun permohonan study tour dari sekolah, termasuk dari SMKN 9 Bandung yang berencana pergi ke Yogyakarta. Terkait study tour di tengah pandemi, ujarnya, ada skala yang digunakan yakni skala kurikulum. 
 
"Pertama, kalau skala kurikulum memang di Desember ini sudah berakhir pembelajaran semester pertama di masing-masing tingkatan. Artinya konsep study tidak mengganggu pelajaran. Tetapi kalau diliat konsep PPKM, maka yang bisa dilakukan dengan konsep itu memang harus ada permohonan izin ke kita dulu. Namun sampai saat ini kami belum menerima permohonan itu," terang Dedi, Selasa 16 November 2021.
 
 
Karena saat ini Jawa Barat masih menerapkan status PPKM Level, Dedi mengatakan,  keberangkatan yang direncanakan pada Desember akan ada evaluasi terlebih dahulu. Salah satu pertimbangannya yakni status level kewaspadaan PPKM di Jabar maupun daerah tujuan study tour. 
 
"Tentunya kalau dilakukan Desember maka evaluasi nya dilakukan pada dua pekan di Desember. Tetapi kita saat ini cenderung tidak mengizinkan," ujar Dedi. 
 
Dalam referensi Dedi, masalah study tour perlu dikaji lebih jauh dengan berbagai pertimbangan. Alasannya, situasi pandemi di Indonesia yang belum dinyatakan selesai, membutuhkan tindakan yang cermat. 
 
"Jika memang konsep itu lebih berkaitan dengan isi pelajaran misalnya, kita pun dalam tahap awal tidak mengizinkan konsep perjalanan dengan jarak jauh. Kajian itu menyesuaikan ke Level PPKM yang ada, dan kemungkinan kita belum mengizinkan. Paling yang kita izinkan berubah konsep dengan kondisi jarak yang tidak terlalu jauh," ungkap Dedi. 
 
Selain itu, ada pola lainnya yang bisa dijalankan sehingga target penyelesaian kurikulum bisa tercapai. Salah satunya, study tour dengan memadukan virtual dan on the spot. 
 
"Atau yang kedua polanya adalah pola studi ingin melihat langsung tetapi dengan virtual. Misalnya anak anak ada di sekolah, guru yang membidangi itu berada di lokus studi itu," kata Dedi
 
Mengenai sanksi yang akan dijatuhkan kepada sekolah yang tetap bersikukuh menggelar study tour tanpa izin, Dedi menegaskan sanksi yang diberikan akan berjenjang. 
 
"Oh iya, kan biasanya studi itu yang mereka lakukan informasinya berjenjang. Kalau terjadi ada pemaksaan, jelas ada sanksinya baik lisan atau tertulis, atau jika membahayakan anak anak bisa pemeriksaan khusus yang rekomendasi nya dari kami," jelas Dedi.
 
 
Penjelasan SMKN 9 Bandung
 
Setelah sempat beredar kabar rencana studi tur SMKN 9 Bandung di tengah pandemi, pihak SMKN 9 Bandung memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut. 
 
Humas SMKN 9 Bandung Ummi Minarsari membenarkan informasi studi tur ke Yogyakarta yang bertajuk Kegiatan Penguatan Budaya Kerja di Industri Untuk Persiapan PKL Kelas XI Tata Boga. 
 
Menurutnya, hal ini sudah mendapatkan persetujuan dari hasil rapat bersama para orang tua murid. Selain itu, ia juga menekankan tidak mewajibkan seluruh siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut. 
 
"Ini program yang tertunda, yang tahun kemarin itu amanah dari orang tua karena keuangan itu sudah masuk. Saat kita rapat juga kita terbuka ini juga masukkan dari orang tua," ujar Ummi pada Rabu 17 November 2021.
 
Di samping itu, pihaknya juga sudah memastikan kegiatan ini merujuk kepada kurikulum yang berlaku di SMKN 9 Bandung.
 
Terkait izin, pihaknya juga menegaskan sudah mengajukan ke KCD Bagian 7 Pemprov Jabar yang membawahi SMKN 9 Bandung.
 
 
"Kita sudah ada pengajuan, memang masih dalam proses. Tapi ini juga baru sebatas rencana, ke depannya jika memang tidak memungkinkan bisa ada opsi lain," lanjut Ummi. 
 
Untuk protokol kesehatan, Ummi sudah mempersiapkan sedari awal seperti surat vaksin dan antigen demi menjaga keselamatan siswa-siswi yang akan mengikuti acara tersebut. 
 

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kota Bandung Raih Juara Umum MTQ Jabar 2022

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:15 WIB
X