Nunggak Tagihan Listrik, Pedagang Pasar Andir Bandung Minta Keringanan Biaya

- Rabu, 17 November 2021 | 13:49 WIB
Jaringan listrik puluhan kios pedagang di Pasar Andir Kota Bandung dilaporkan diputus sepihak oleh PD Pasar, Rabu, 17 November 2021. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)
Jaringan listrik puluhan kios pedagang di Pasar Andir Kota Bandung dilaporkan diputus sepihak oleh PD Pasar, Rabu, 17 November 2021. (Ayobandung.com/Gelar Aldi S.)

ANDIR, AYOBANDUNG.COM -- Pedagang berharap adanya keringanan biaya perihal Tunggakan Listrik Pedagang Pasar Andir untuk kios yang digunakan.

Keringanan itu berupa pembayaran tunggakan secara berangsur atau dicicil supaya para pedagang bisa tetap berjualan.

"Harapan kami sebagai pedagang tolong ada toleransi. Apakah bisa diangsur dulu pembayarannya, misal satu bulan dulu sisanya dibayar nanti, agar tidak membebani para pedagang," katanya ketika ditemui di Pasar Andir, Rabu, 17 November 2021.

Baca Juga: Jaringan Listrik Puluhan Kios Pedagang Pasar Andir Bandung Diputus Sepihak

Akibat pemutusan jaringan listrik ini, lanjut Ade, para pedagang mesti berjualan di luar pasar. Di sana mereka menyewa lapak sementara untuk berjualan dengan harga Rp30.000 per hari.

"Mereka jualan di lapak luar supaya tetap bisa berjualan dan uangnya dipakai untuk membayar tagihan listrik," ujarnya.

Sebelumnya, menurut Ade, sebagian pedagang belum membayar tunggakan listrik selama kurang lebih selama enam bulan. Sejumlah kios tutup lantaran listrik diputus dimulai selepas lebaran haji.

"Seolah-olah PD Pasar tidak ada toleransi kepada para pedagang. Mereka tidak tahu kalau jualan sedang sepi, tapi PD Pasar tetap saja melaksanakan programnya dengan catatan pemadaman lampu," kata Ade.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Nandang Sudrajat menuturkan, semestinya Pemkot Bandung dalam hal ini PD Pasar Bermartabat dapat memberi keringanan.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X