Cara Mengatasi Asam Urat yang Sering Kambuh

- Selasa, 16 November 2021 | 08:17 WIB
ilustrasi nyeri asam urat; Seiring bertambahnya usia, mungkin setiap orang akan mengalami gejala asam urat. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risikonya. (Batamxinwen.com)
ilustrasi nyeri asam urat; Seiring bertambahnya usia, mungkin setiap orang akan mengalami gejala asam urat. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risikonya. (Batamxinwen.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Seiring bertambahnya usia, mungkin setiap orang akan mengalami gejala asam urat. Namun, ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risikonya.

Asam urat adalah bentuk radang sendi yang menyakitkan. Penyakit yang juga dikenal sebagai gout atau artritis gout ini biasanya terjadi pada pria seiring bertambahnya usia.

Gout disebabkan oleh penumpukan asam urat dalam darah. Semua orang menciptakan urat ketika memecah purin (bahan kimia dari makanan tertentu), tetapi kadar urat yang tinggi dapat membentuk kristal mono sodium urat.

Baca Juga: 27 HP Samsung terbaru 2021, Ini Daftar Harga dan Spesifikasi

Dalam jangka panjang, kristal mono sodium urat terbentuk dan mengendap di dalam dan di sekitar sendi, membuatnya terasa sangat menyakitkan. Kristal mono sodium urat yang tajam jatuh ke dalam ruang di antara dua kecokelatan sendi, di mana mereka bergesekan dengan sinovium (lapisan lunak sendi).

Inilah yang dikenal sebagai serangan asam urat. Ketika mengalami gejala asam urat, haruskah berhenti beraktivitas?

Intensitas serangan asam urat dapat bervariasi dari orang ke orang. Bagi sebagian orang yang menderita asam urat di kaki, jari kaki, atau pergelangan kaki, sepertinya tidak mungkin untuk berjalan.

Menurut NHS, jika mengalami serangan asam urat, cobalah untuk beristirahat dan mengangkat area yang terkena. NHS juga menyarankan agar tidak memberi tekanan pada sendi.

Artinya, jangan berjalan jika asam urat kambuh di bagian kaki. Lain halnya jika asam urat terjadi di bagian tubuh lain. Penderita asam urat bisa berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari, selama itu tidak memperburuk sendi yang terkena.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X