Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Kota Bandung Bakal Perketat Aktivitas saat Nataru

- Senin, 15 November 2021 | 14:38 WIB
Pemerintah Kota Bandung bakal mengambil sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
Pemerintah Kota Bandung bakal mengambil sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19.ilustrasi (Ayobandung.com/Kavin Faza)
 
LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pemerintah Kota Bandung bakal mengambil sejumlah langkah untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Di antaranya kembali mengetatkan sejumlah aktivitas pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.
 
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial di sela-sela peresmian Kawasan Tanpa Rokok di Jalan Braga, Senin 15 November 2021.
 
"Mungkin akan dibatasi lagi untuk hadapi libur panjang, penyekatan jalan juga kemungkinan ada," kata Oded.
 
 
Oded mengungkapkan, saat ini Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung juga tengah membahas dan menganalisa sejumlah potensi yang terjadi pada libur Nataru mendatang.
 
Tak hanya itu, Oded mengaku juga telah berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung dan jajaran Forkopimda terkait antisipasi gelombang ketiga pandemi Covid-19
 
"Kemarin kita juga sudah berdiskusi dengan Kapolrestabes dan Jajaran Forkopimda," akunya.
 
 
Seperti diketahui, Indonesia sempat mengalami gelombang kedua Covid-19 pada Mei 2021 lalu. Salah satu penyebabnya yaitu diduga akibat mobilitas saat libur lebaran lalu.
 
Sedangkan gelombang I terjadi pada November 2020-Januari 2021 lalu. Salah satu penyebabnya yaitu mobilitas saat libur Nataru 2021.
 
Saat ini, situasi Covid-19 di Kota Bandung sebenarnya cukup tertangani. Hingga 14 November 2021, tercatat hanya 136 orang terkonfirmasi positif COvid-19. Jumlah tersebut menurun 67 orang dibandingkan hari sebelumnya.
 
 
Jumlah konfirmasi sembuh juga bertambah sebanyak 73 orang menjadi 41.736 orang. Sedangkan angka vaksinasi Covid-19 yang sudah mencapai 96 persen untuk dosis pertama dan 81 persen dosis kedua. Sementara untuk Bed Occupancy Rate (BOR) hanya 6 persen.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dinkes Catat 3.743 Kasus DBD Bandung Sepanjang 2021

Minggu, 23 Januari 2022 | 13:45 WIB

Jadwal SIM Keliling Bandung Hari Ini 21 Januari 2022

Jumat, 21 Januari 2022 | 05:00 WIB
X