Terdampak Longsor, Warga 2 Desa di Lembang Bakal Direlokasi Sementara

- Senin, 15 November 2021 | 11:23 WIB
SMAN 1 Lembang diterjang lumpur, Sabtu, 13 November 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)
SMAN 1 Lembang diterjang lumpur, Sabtu, 13 November 2021. (Ayobandung.com/Restu Nugraha)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM -- Hujan deras yang mengguyur wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu 13 November 2021, mengakibatkan longsor di Kampung Sukapinggir Desa Jayagiri dan di Kampung Sukanagara, Desa Pagerwangi.

Dalam peristiwa tersebut tercatat sedikitnya 2 rumah rusak berat, dan 9 rumah lainnya terancam longsor. Guna mengantisipasi longsor susulan, pemerintah setempat bakal mengambil langkah relokasi sementara sampai kondisi benar-benar aman. 

"Memang ada beberapa titik seperti di kampung Sukapinggir Jaya Giri dan Desa Pager Wangi. Harus ada langkah relokasi. Kalau mereka tetap di sana Khawatir ada korban jiwa. Saya sudah cek juga memang harus ada upaya preventif jangan sampai masyarakat menganggap ini biasa. Ini tidak biasa dan harus diantisipasi," kata Camat Lembang, Herman Permadi, Senin 15 November 2021. 

Baca Juga: Bandung Utara Dikepung Bencana, Dalam 2 Hari Terjadi 9 Titik Longsor dan Banjir

Menurut Herman, hasil pengecekan langsung ke dua lokasi Longsor Lembang tersebut, memang kontur tanah sangat labil. Titik longsor di Kampung Sukapinggir, Desa Jayagiri merupakan wilayah bekas galian pasir. Sedangkan di Desa Pagerwangi merupakan daerah bekas TPS. 

"Sebagai contoh di kampung Sukapinggir Jayagiri, di sana kan bekas galian pasir mereka membangun tanpa ada aturan dan juga tanggal 2 November ada kejadian. Kemarin tanggal 10 kejadian lagi. Kalau di Pagerwangi juga sama mereka membangun rumah di bekas TPS. Jadi kontur tanah pasti labil," jelas Herman. 

Keputusan tempat relokasi bagi warga di dua desa itu akan dirumuskan hari ini. Pihaknya bakal menggelar rapat bersama seluruh kepala desa agar siap siaga menghadapi bencana dan menentukan lokasi relokasi. 

"Langkah preventif dan nyata. Siang ini saya kumpulkan seluruh kepala desa untuk bersama-sama mencoba cari solusi memanfaatkan tanah desa atau gedung untuk relokasi sementara. Bukan kita mendahului kebijakan dari kabupaten, tapi ini bentuk antisipasi," paparnya. 

Baca Juga: SMAN 1 Lembang Diterjang Banjir Lumpur, Puluhan Komputer Rusak

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X