Perjalanan Suyanto, Anak Petani yang Menjadi Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

- Senin, 15 November 2021 | 06:30 WIB
Suyanto merupakan seorang dosen Fakultas Informatika Telkom Universiti yang melakukan penelitian dalam bidang Artificial Intellegence (AI)/Ayobandung.com (Mildan Dasamuka)/ (Mildan Dasamuka)
Suyanto merupakan seorang dosen Fakultas Informatika Telkom Universiti yang melakukan penelitian dalam bidang Artificial Intellegence (AI)/Ayobandung.com (Mildan Dasamuka)/ (Mildan Dasamuka)

Kegilaan kepada informatika membuatnya terus berkembang, bahkan dia kesulitan untuk mendapat nilai selai A dari dosen. Hingga akhirnya pada semester 6, Suyanto dihadapkan dengan mata kuliah AI. Dosennya menyebut jika AI akan menjadi digemari di masa depan. Pernyataan tersebut menjadi kenyataan pada saat ini.

Baca Juga: Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini Senin, 15 November 2021

Dari sejak itu, dia terus mempelajari AI. Bahkan skripsi Suyanto berkaitan dengan kecerdasan buatan tersebut.

Belajar dan terus belajar dilakukan oleh Suyanto, penelitian juga dilakukan. Sampai dia menjadi dosen di Telkom University.

Pada 2001, dia bersama dua orang mahasiswanya menjadi juara perlombaan otak atik otak yang digelar oleh perusahaan telepon seluler asal Swedia, Ericson.

"Pada waktu itu, saya membuat sebuah aplikasi telepon," ungkapnya.

Baca Juga: Uniknya Pameran Arsip Flyer Gigs dan Kompilasi Musik Independen Bandung

Aplikasi yang dibuat mirip dengan prinsip google map saat ini. Yakni mencari lokasi dari titik satu ke titik lain. Bedanya, aplikasi mirip google map sekarang ini diterapkan di telepon seluler monochrome. Mengunjungi pabrik ericson di Swedia menjadi hadiahnya.

Jadi Ilmuwan Paling Berpengaruh di Dunia

Pada 2004, Suyanto kembali ke Swedia, kali ini dia hendak studi di Chalmers University of Technology. Selama 10 bulan kuliah S2 di Swedia, Suyanto mendapat banyak ilmu terutama dengan AI khususnya video.

Halaman:

Editor: Isabella Nilam Mentari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X